in

Jenis Investor Sesuai Tujuan Berinvestasi

Siapkan Dana Darurat untuk Lebaran
Uang untuk dana darurat (C) SHUTTERSTOCK

Ada sejumlah jenis investor yang patut diketahui oleh mereka yang baru mau akan berkecimpung di dunia investasi. Hal itu harus dilakukan agar bisa memutuskan nantinya bakal memilih menjadi investor jenis yang mana sesuai dengan tujuan investasi itu sendiri.

Dalam dunia keuangan, yang dimaksud investor adalah seseorang atau lembaga, baik domestik atau non domestik yang melakukan usaha berinvestasi. Investasi yang dimaksud adalah penanaman modal dalam bentuk yang sesuai dengan jenis investasi yang dipilihnya. Investasi tersebut bisa dilakukan dalam jangka pendek ataupun jangka panjang.

Hal pertama yang akan dilakukan seorang investor biasanya terlebih dulu mengukur Return of Investment (ROI) standar alias laba atas investasi. ROI ini merupakan rasio profitabilitas yang mengukur efisiensi sebuah investasi dengan membandingkan laba bersih dengan total biaya atau modal yang diinvestasikan. Jika ROI bernilai positif maka hasilnya menguntungkan, begitu pula sebaliknya.

Langkah selanjutnya, seorang investor akan menghindari kerugian atas investasinya. Makanya, investor dipastikan bakal punya tujuan yang berbeda ketika akan menempatkan dana yang akan ditanamkan.

Baca Juga  Sosok Investor Apresiasi Modal yang Patut Dikenali

Lalu, Apa Saja Jenis Investor?

1. Investor Pertumbuhan

Apa yang dimaksud investor pertumbuhan? Investor ini biasanya secara khusus berinvestasi dengan tujuan utama mencari tingkat pertumbuhan dan apresiasi modal yang tinggi.

Menariknya, mereka ini bakal bersedia mentolelir lebih banyak risiko. Umumnya, investor ini akan berinvestasi dalam bidang saham pertumbuhan yang memiliki rasio P/E (price-to-earning) yang tinggi.

2. Investor Pertumbuhan Agresif

Investor pertumbuhan agresif? Apa bedanya dengan investor pertumbuhan? Sama saja sebenarnya. Investor pertumbukan agresif juga akan fokus pada perusahaan yang punya rasio P/E tinggi.

Bedanya, mereka bakal mencari potensi pertumbuhan setinggi-tingginya. Makanya sifat agresif disematkan pada investor ini.

3. Investor Apresiasi Modal

Ada pula Investor Apresiasi Modal. Jenis investor apa lagi ini? Investor apresiasi modal adalah investor yang lebih memilih investasi jangka panjang.

Mereka bakal mencari pertumbuhan apresiasi modal dalam jangka waktu tertentu, di mana jangka waktu tersebut tergolong periode yang sangat panjang. Umumnya, mereka memilih investasi jenis ini dengan tujuan meningkatkan nilai.

Baca Juga  Risiko Obligasi Pemerintah yang Mungkin Terjadi

4. Investor Nilai

Beda lagi dengan Investor Nilai? Apa dan bagaimana tujuannya? Seorang investor nilai biasanya berinvestasi dengan tujuan mencari saham yang nilainya sering berada di bawah harga wajar di pasar.

Investor jenis ini biasanya memilih berinvestasi saham yang memiliki rasio P/E rendah dan cenderung diabaikan oleh pasar. Bisa dibilang, mereka ini bermain aman, dan tak mau banyak pesaing.

5. Investor Pendapatan

Terakhir, dikenal juga Investor Pendapatan. Apa kira-kira bedanya dengan investor lainnya di atas? Investor pendapatan umumnya cenderung ingin mencari pemasukan dan modal yang dapat diandalkan.

Mereka biasanya bakal memilih saham Blue Chip yang dikenal memberikan untung berupa dividen yang dapat diandalkan. Investor pendapatan lebih suka berinvestasi obligasi atau jenis investasi lain yang stabil dengan risiko kecil.

Perbedaan Investasi Jangka Pendek dengan Jangka Panjang

Perbedaan Investasi Jangka Pendek dengan Jangka Panjang

gebrakan ekonomi

Gebrakan Ekonomi Diusulkan Ekonom, Ada Apa?