in

Rasio Price to Book Value (PBV) dalam Dunia Investasi

IHSG menghijau dan Rupiah menguat

Investor pemula harus tahu apa itu Rasio Price to Book Value (PBV). Dalam Bahasa Indonesia, PBV dikenal dengan sebutan Rasio Harga terhadap Nilai Buku.

Yang dimaksud rasio Price to Book Value adalah rasio valuasi investasi yang sering digunakan oleh investor untuk membandingkan nilai pasar sebuah saham perusahaan dengan book value (nilai buku)-nya. Sementara, nilai buku itu sendiri merupakan nilai per lembar saham (nilai saham saat saham dijual untuk pertama kalinya kepada investor).

Dengan melihat rasio PBV, investor akan mengetahui berapa banyak pemegang saham yang membiayai aset bersih perusahaan. Biasanya, nilai PBV di atas satu tapi tak terlalu tinggi, banyak dicari karena dianggap sebagai indikator harga saham yang masih murah. Semakin bagus prospek emiten perbankan, maka biasanya nilai PBV-nya semakin tinggi.

Book Value sebagai Unsur Rasio Price to Book Value

Nilai buku biasanya digunakan investor untuk mendapatkan perkiraan nilai suatu perusahaan jika diharuskan untuk dilikuidasi. Yang dimaksud nilai buku itu sendiri adalah nilai aset perusahaan yang dimasukkan dalam laporan keuangan (Balance Sheet). Cara menghitung nilai buku yakni dengan mengurangkan kewajiban perusahaan dari asetnya (dengan rumus nilai buku = aktiva – kewajiban).

Baca Juga  Investor Saham, Yuk Pahami ‘Stock Split’ yang Selalu Dinanti

Artinya, dengan melihat rasio PBV ini, investor pemegang saham dapat melihat apa yang akan didapatkannya setelah perusahaan berhasil dijual dengan dilunasi semua hutangnya. Perusahaan yang baik biasanya memiliki rasio PBV yang rendah.

Kegunaan Rasio PBV

Rasio PBV akan sangat berguna untuk menilai perusahaan yang memiliki aset tetap berwujud (tangible assets) yang besar. Sebab, rasio ini memang tidak memperhitungkan aset yang tidak berwujud (intangible assets). Aset-aset tetap berwujud itu di antaranya bangunan, mesin, peralatan, dan lain-lain.

Pemilik saham juga bisa memakai rasio PBV untuk memeriksa posisi finansial sebuah perusahaan dengan tepat. Terutama perusahaan yang bergerak di bidang jasa keuangan, seperti bank dan asuransi. Rasio PBV sangat cocok digunakan lantaran perusahaan tersebut mempunyai aset keuangan yang besar.

Saham ICBP, Salah Satu Blue Chip Terbaik di Indonesia

Saham ICBP, Salah Satu Blue Chip Terbaik di Indonesia

ihsg berhasil menguat

IHSG Melemah Akibat Suku Bunga 0 Persen The Fed