in

3 Jenis Investasi Jangka Pendek yang akan Memutar Dana Anda

3 jenis investasi, investasi jangka panjang, jangka menengah dan jangka pendek

Dalam dunia keuangan, jenis investasi terdiri dari beberapa bagian. Yaitu investasi jangka panjang, jangka menengah dan jangka pendek. Investor bisa memilih ketiga jenis tersebut ketika hendak menginvestasikan hartanya berdasarkan kebutuhan mereka.

Investor bisa memilih investasi jangka pendek jika membutuhkan dana dalam waktu dekat. Akan tetapi adakah investasi yang aman, tidak beresiko tinggi dan legal?

Di Indonesia sudah banyak dikenal jenis investasi jangka pendek yang menjadi andalan investor. Terutama jika ingin memutar uang dengan hasil menguntungkan dalam waktu yang pendek.

Berikut 3 jenis investasi jangka pendek yang berhasil dirangkum oleh pikirantrader.com.

1. Deposito

Deposito adalah instumen investasi populer yang terkenal likuid dan aman. Penyelenggaraan deposito diatur dan dijaga oleh regulator perbankan sehingga investor aman dari penipuan atau kerugian yang besar.

Dana deposito di bawah Rp 2 miliar pun dijamin oleh Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS), membuat resiko investasi ini relatif kecil.

Jenis investasi ini (deposito) memberikan imbal hasil berupa bunga yang besarannya bisa mencapai 5-8 persen. Tidak ada resiko penurunan jumlah modal awal pada investasi ini.

Baca Juga  Rasio Price to Book Value (PBV) dalam Dunia Investasi

Resiko yang paling mungkin terhadi hanyalah turunnya bunga deposito. Kendati demikian, tetap saja deposito tidak rentan inflasi.

Bank biasanya menawarkan deposito 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, hingga tahunan. Semakin lama durasi deposito yang diambil, semakin tinggi tawaran bunga yang diberikan.

Dengan adanya pilihan tersebut, kamu dapat menentukan deposito apa yang paling cocok untuk memenuhi kebutuhan finansialmu.

2. Reksa dana

Sama halnya dengan deposito, resiko investasi reksa dana pasar uang relatif rendah. Namun, investasi ini dinilai lebih menguntungkan, karena investor reksa dana tidak dikenai pajak.

Hal ini berbeda dengan pemilik deposito yang diwajibkan membayar pajak bunga deposito yang mencapai 20 persen. Secara singkat, investor reksadana dapat menikmati hasil investasinya dengan maskimal.

Imbal hasil reksa dana pasar uang pun cenderung lebih besar, rata-rata mencapai 8-9 persen. Modal yang dibutuhkan untuk memiliki investasi ini pun tidak tinggi.

Dalam investasi reksa dana, dengan uang ratusan ribu rupiah saja, kamu sudah bisa mendapatkan reksadana dan menikmati hasilnya dalam 6 bulan hingga 1 tahun.

Baca Juga  Bagaimana Sistem Peer to Peer Lending Bekerja?

Dana yang diinvestasikan akan ditempatkan di obligasi bertenor pendek. Nantinya dana hasil pembayaran kupon obligasi tersebut akan dibagikan kepada para pemilik reksadana.

Baca Juga: Panduan Mudah Investasi Reksadana untuk Pemula

3. Saham

Berbeda dengan deposito dan reksa dana, saham memiliki resiko yang lebih besar. Hal ini berbanding lurus dengan keuntungannya yang besar. Namun ini merupakan instrumen yang paling populer di dunia.

Dalam transaksi saham, Anda bisa menjual saham dalam beberapa hari setelah membeli saham tersebut, bahkan dalam beberapa jam asalkan Anda bisa mendapatkan keuntungan darinya.

Saham sebenarnya cocok digunakan untuk jangka panjang maupun investasi jangka pendek, tergantung orientasi perencanaan keuangan dan target investasi Anda.

Bila Anda membutuhkan dana yang relatif cepat, saham bisa menjadi pilihan. Namun berhati-hatilah saat berinvestasi saham karena risikonya pun besar.

Dari 3 jenis investasi jangka pendek di atas, nomor berapa yang ingin anda terapkan?

 

Tinggalkan Balasan

6 Broker Terbaik di Indonesia

Program Mudik Gratis Dengan Kereta Api Sudah Dibuka, Begini Cara Mendapatkanya !