in

8 Faktor yang Mempengaruhi Investasi

Sebelum Anda mengambil keputusan dalam memilih instrumen investasi mana yang akan dipilih, ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan. Anda harus mempertimbangkan dahulu faktor-faktor apa saja yang dapat mempengaruhi bidang investasi yang akan dipilih, seperti : 

1. Usia

Anda harus menilai dan memperhitungkan secara cermat berapa usia Anda. Anda harus memahami taktik dalam berinvestasi, seperti :

Usia 25 – 45 tahun memiliki keinginan untuk berspekulasi tinggi dan memiliki penghasilan tinggi, maka taktik yang digunakan adalah membeli saham yang sedang gtumbuh

Jika usia Anda 45 – 65 tahun berfilososi moderat dan memiliki penghasilan sedang, maka taktik yang bisa Anda gunakan adalah investasi saham dan portofolio

Usia lebih dari 65 tahun yang berfilosofi konservatif dan penghasilan rendah, maka yang dapat dipilih adalah investasi di reksadana, obligasi dan saham dengan dividen tinggi.

2. Risiko

Terdapat tiga tipe investor dalam menghadapi risiko ini. Yang pertama adalah investor yang tergolong menyukai risiko (risk seeker); investor yang tergolong kurang suka terhadap risiko (risk averter) dan investor yang tidak memperdulikan risiko (risk indifferent). Jika Anda merupakan investor yang berani mengambil risiko, bisa memilih investasi pada saham-saham yang sedang tumbuh.

Jika Anda tergolong pada tipe investor yang tidak menyukai risiko, Anda bisa memilih untuk berinvestasi pada instrumen investasi yang berpenghasilan tetap, seperti obligasi atau yang dikelola oleh profesional seperti reksadana.

Baca Juga  2020 Harga Emas Akan Meningkat

3. Pajak

Sebagai warga negara yang baik, maka Anda harus menunaikan kewajiban untuk membayar pajak. Oleh karena itu, Anda harus menghitung berapa kira-kira keuntungan bersih yang akan diperoleh setelah dipotong pajak. Atau Anda memilih instrumen investasi seperti reksadana yang penghasilannya tidak dikenai pajak.

4. Likuiditas atau Kemananan

Likuiditas atau kelancaran merupakan tingkat kemudahan dalam mencairkan modal investasi Anda. Jika sewaktu-waktu Anda membutuhkan uang tunai dengan segera, apakah pilihan investasi Anda mudah atau sulit untuk dicairkan?

Bila Anda mementingkan likuiditas, sebaiknya memilih investasi saham. Namun jika Anda lebih mementingkan keamanan, Anda dapat memilih instrumen investasi obligasi atau saham preferen yang memberikan keistimewaan pembagian dividen tetap.

5. Situasi Ekonomi Internasional

Pada era global saat ini, unsur kebergantungan antarnegara amat besar. Perubahan kebijakan ekonomi suatu negara dapt memberikan dampak positif dan negatif terhadap negara lainnya. Informasi yang tersedia di berbagai media baik cetak maupun elektronik perlu dinalaisis. Kira-kira apa pengaruhnya terhadap investasi Anda.

Misalnya kondisi ekonomi internasional sedang lesu, hal ini akan berdampak negatif terhadap ekspor dan impor. Karena itu hindarilah untuk berinvestasi pada saham perusahaan yang punya kaitan erat dengan perdagangan internasional. Atau seperti krisis utang pemerintah yang melanda Zona Euro dan AS, pasti akan berdampak pada investasi yang berada di Indonesia.

Baca Juga  Pahami Hal Berikut Ini Sebelum Berinvestasi

6. Situasi Ekonomi Nasional

Situasi ekonomi nasional memiliki pengaruh yang besar terhadap bidang usaha perusahaan yang efeknya Anda beli. Ikutilah dengan seksama perubahan yang terjadi pada undang-undang dan kebijakan pemerintah, karena hal ini akan bermanfaat dalam menentukan strategi investasi. Misalnya pemerintah sedang mengalokasikan APBN dengan dana besar untuk sektor pariwisata, belilah saham-saham perusahaan yang bergerak di bidang biro perjalanan, hotel, restoran dan lain-lain yang masih ada kaitannya dengan pariwisata.

7. Situasi Industri

Kondisi dan situasi industri di sebuah negara sangat berpengaruh terhadap investasi yang Anda tanamkan. Apakah bidang industri tersebut sedang berkembang, sedang mendekati titik jenuh atau mendapat tekanan sosial. Saham-saham perusahaan rokok misalnya, jelas selalu mendapat tekanan sosial dari masyarakat.

Seiring dengan tingginya kesadaran masyakarat terhadap pentingnya kesehatan, semakin hari akan semakin berkurang orang yang merokok. Jelas ini akan mempengaruhi keuntungan emiten perusahaan rokok. Sebaliknya, Anda bisa memilih saham-saham di bidang teknologi informasi dan komunikasi seperti saham media dan operator telepon seluler. Karena dewasa ini, perkembangan usaha di bidang teknologi dan komunikasi sedang melesat naik.

Baca Juga  Tips Amankan Keuangan di Bulan Ramadhan (Part 2)

8. Siklus dan tren

Ada sebuah kepercayaan bahwa setiap kegiatan usaha, bahkan juga segala bentuk kehidupan manusia ada yang namanya siklus atau daur. Setiap kejadian di masa lampau umumnya kan terulang kembali dalam skala yang berbeda. Para ahli riset menyebut hal ini sebagai analaisis teknikal dan daur. Tujuan analisis ini adsalah untuk meramalkan atau membantu memperlihatkan kecenderungan atau tren di masa depan.

Cermatilah tingkah laku efek yang Anda beli, niscaya akan ditemukan saat harganya naik atau turun. Gunakanlah siklus untuk mengambil keputusan investasi. Misalnya Anda membeli saham sat siklus harga sedang turun dan menjual saat siklus harga sedang naik. Tapi perlu diingat bahwa analisis teknikal hanya berlaku untuk investasi jangka pendek. Jadi jika Anda hanya ingin melakukan investasi jangka pendek, yang perlu diperhatikan adalah analisis teknikal yang mengandalkan siklus dan tren ini.

Jika Anda berminat untuk berinvestasi di pasar modal, ada baiknya Anda perhatikan 8 faktor yang mempengaruhi investasi di atas.

Baca juga

Tinggalkan Balasan

5 Perusahaan Asuransi Jiwa Terbaik Dan Terbesar Ini Ada Di Indonesia

Bangun Riwayat Kredit yang Baik dengan 4 Cara Ini, Yuk!