in

Tips Memilih Investasi Reksa Dana Agar Menuai Keuntungan Tinggi

memilih investasi reksadana

Investasi memang dimanfaatkan untuk memupuk kekayaan. Namun jika dilakukan dengan perhitungan yang kurang matang, kamu akan mengalami kerugian.

Oleh karena itu memilih portofolio investasi yang baik, dengan potensi keuntungan tinggi menjadi wajib hukumnya. Termasuk ketika kamu memutuskan untuk investasi reksa dana.

Sama seperti jenis investasi yang lain, investasi reksa dana juga mengandung risiko kerugian yang harus kamu tanggung. Oleh karena itu jangan hanya memikirkan potensi keuntungan saja, tapi kamu juga harus memperhitungkan potensi kerugian yang bisa terjadi.

Inilah tips memilih investasi reksadana dengan potensi keuntungan tinggi:

1. Tentukan tujuan

Sebelum memutuskan berinvestasi, tentukan tujuan dari investasi yang akan kamu raih. Apakah dengan berinvestasi reksa dana kamu ingin membeli rumah, membeli mobil, biaya pendidikan, atau untuk uang pensiun.

Tujuan investasi ini penting untuk mengetahui seberapa lama waktu yang diperlukan untuk mencapai tujuan yang kamu inginkan. Jika kamu berinvestasi reksa dana untuk sekadar membeli smartphone, maka investasi reksadana sepertinya bukanlah cara investasi yang benar.

Baca Juga  5 Keuntungan Besar Investasi Obligasi

Sebab jika tujuan investasi kamu pendek kurang dari 1 tahun, maka investasi reksa dana bukanlah jenis investasi yang cocok. Investasi reksadana akan cocok untuk kamu yang memiliki tujuan investasi jangka panjang lebih dari 5 tahun.

2. Pilih sesuai dengan profil risiko kamu

Ingat! Sebelum kamu memutuskan produk investasi reksadana yang akan kamu beli, ada baiknya kamu mengetahui seberapa kuat kamu menanggung risiko.

Baca juga: 5 Kesalahan Investasi Reksadana yang Harus Dihindari

3. Pilih reksa dana dengan tingkat imbal hasil (return) tinggi

Besar kecilnya tingkat keuntungan yang dihasilkan oleh suatu produk reksa dana pada masa lampau atau historikalnya menjadi indikator yang sering digunakan investor untuk menilai kinerja reksadana.

Untuk mengukurnya, selain dibandingkan dengan produk yang sama juga dibandingkan dengan tolok ukur (benchmark) sebagai pembanding dalam periode jangka panjang.

Hal itu untuk menentukan apakah produk reksadana itu konsisten berkinerja lebih baik dibandingkan benchmark-nya. Salah satu benchmark adalah pertumbuhan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Itulah tiga tips memilih investasi reksadana yang perlu anda coba. Selamat berinvestasi!

Baca Juga  Contoh Sistem Ekonomi Syariah: Investasi Syariah (2)

Tinggalkan Balasan

Tips Belanja Aman saat Diskon Besar-besaran

Tips Belanja Aman meskipun Diskon Meradang Menjelang Lebaran

Harga Bawang

Bulan Ramadhan Hingga Lebaran 2019, Harga Bawang dipastikan Aman