in

Tips Memilih Investasi Reksa Dana Agar Menuai Keuntungan Tinggi (Part 2)

memilih investasi reksadana

Setelah kemarin kami sajikan tips memilih investasi reksa dana part 1, berikut kami lanjutkan tips memilih investasi reksa dana part 2 yang pastinya akan membuat anda semakin untung.

4. Pilih investasi reksa dana dengan tingkat risiko paling kecil

Pada dasarnya dalam investasi berlaku prinsip high risk high return. Jika tingkat return reksadana cukup tinggi, maka risiko yang tinggi tersebut masih dapat diterima. Sama halnya seperti return, tingkat risiko reksadana juga bisa dibandingkan dengan reksadana sejenis dan benchmark.

5. Lihat dana pengelolaan dan Unit Penyertaan reksa dana

Dana kelolaan atau sering disebut AUM (Asset Under Management) atau NAB (Nilai Aktiva Bersih) adalah jumlah keseluruhan dari dana yang diperoleh dari investor ditambah dengan hasil pertumbuhannya. Karena itu, AUM bisa naik atau turun karena kepercayaan investor dan kinerja pasar atau bisa juga kombinasi dari keduanya.

Sementara Unit Penyertaan (UP) adalah jumlah unit yang bertambah atau berkurang sesuai dengan transaksi investor. Setiap kali investor melakukan pembelian reksadana, maka UP akan bertambah, sebaliknya ketika investor melakukan penjualan UP akan berkurang.

Baca Juga  Inilah Keunggulan Investasi Saham

Dalam menilai kinerja reksa dana, AUM dan UP yang terus berkembang dapat menjadi salah satu indikator apakah suatu reksa dana dapat bertahan terus dalam jangka panjang atau tidak. Semakin besar dana kelolaan, semakin bagus dan aman juga reksadana tersebut. Apalagi sesuai peraturan OJK maka reksadana yang dana kelolaanya dibawah Rp 25 miliar selama 90 hari berturut-turut dapat dilikuidasi.

6. Cari biaya investasi reksa dana yang murah

Biaya merupakan faktor yang cukup sensitif dalam investasi reksa dana. Investor menginginkan biaya yang semurah mungkin dan kalau bisa bahkan gratis. Sebaliknya bagi perusahaan manajer investasi yang melakukan kegiatan sosialisasi, mengembangkan sistem, merekrut SDM handal tentu tidak logis kalau tidak ada biaya sama sekali.

Struktur biaya yang murah ini dapat dilihat dengan biaya masuk (subscription fee), biaya manajemen (management fee) dan biaya keluar (redemption fee) yang rendah. Umumnya investor yang berinvestasi dalam jumlah besar dikenakan biaya lebih kecil atau tidak sama sekali dibandingkan investor yang nilai investasi kecil.

Baca Juga  Mudik Bisa Meningkatkan Rejeki Masyarakat Pedesaan? Kok Bisa?

 

7. Perhatikan portofolio saham yang dimiliki

Reksa dana baik tentu saja harus memiliki isi portofolio dengan likuiditas yang tinggi sehingga dapat menjaga kewajaran Nilai Aktiva Bersih (NAB). Untuk saham, investor dapat melihat apakah saham yang dimiliki termasuk dalam kategori LQ-45, sedangkan kualitas obligasi dapat dilihat dari ratingnya.

Dengan kualitas portofolio yang tinggi, para Manajer Investasi akan lebih mudah dalam menjual portofolio apabila terjadi penarikan sehingga kewajaran NAB dapat dipertahankan. Tentunya investor tidak ingin mendapati nilai NAB reksa dana yang tinggi akan tetapi langsung anjlok begitu melakukan redemption.

8. Pilih MI yang patuh

Selain patuh pada peraturan, Manajer Investasi yang baikjuga harus patuh dalam memilih komposisi investasi yang sesuai kebijakan investasi yang ditetapkan dalam prospektus dan peraturan OJK yang berlaku.

9. Pilih sesuai kenyamanan

Perlu diperhatikan bahwa semua faktor-faktor yang disebutkan di atas merupakan aspek-aspek kuantitatif. Keyakinan investor dalam berinvestasi tentunya akan meningkat jika didukung dengan data-data kuantitatif yang memadai. Namun perlu diperhatikan, selain berinvestasi dengan penuh keyakinan, ada baiknya pula jika investor dapat berinvestasi dengan penuh kenyamanan.

Baca Juga  Mata Uang Buatan Swasta, Bagaimana Masa Depan Cryptocurrency?

Kenyamanan dalam berinvestasi dapat tercipta bila terdapat investor memberikan kepercayaan kepada Manajer Investasi yang mengelola dananya. Hubungan kepercayaan ini dapat dipupuk melalui komunikasi yang lebih intensif dalam bentuk investor gathering, program edukasi maupun pemberian update secara berkala kepada investor.

Selamat berivestasi!

Tinggalkan Balasan

Mudik Cerdas

Mudik? Simak Cara Cerdas Atur Keuangan Mudik Berikut!

Aplikasi untuk Berhemat

Hemat Selama Bulan Puasa dengan 3 Aplikasi Ini. Mengapa Tidak?