in

6 Jenis Investasi yang Benar dan Aman

Jika anda sudah menabung sekian lama, kini saatnya anda untuk menginvestasikan dana anda. Investasi sangat perlu dilakukan jika Anda memang menginginkan financial freedom  guna keuangan jangka panjang Anda.

Pengertian dari investasi adalah penanaman aset atau dana yang dilakukan oleh sebuah perusahaan atau perorangan untuk jangka waktu tertentu demi memperoleh imbal balik yang lebih besar di masa depan.

Ada banyak hal yang terlibat dalam aktivitas ini, dan beberapa di antaranya adalah jumlah dana dan tujuan dari investasi itu sendiri. Bagi yang sudah lama melibatkan diri dalam dunia penanaman modal, baik lokal maupun internasional, istilah ‘berinvestasi’ bukanlah sesuatu yang asing.

Tapi bagi pemula yang ingin memilih jenis investasi yang benar dan aman perlu penjelasan lebih lanjut, Berikut adalah jenis Investasi yang benar dan aman untuk Anda yang tertarik dan masih baru dalam aktivitas ini:

1. Berinvestasi langsung di saham-saham yang benar dan kredibel / bluechip

Saham blue chip bernilai tinggi biasanya dimiliki oleh berbagai raksasa industri seperti Unilever, Nestle, Disney, Procter & Gamble, Indofood, dan semacamnya. Kecuali jika Anda memang sudah memiliki banyak uang atau tabungan dari awal, kemungkinan cukup sulit untuk membeli saham blue chip begitu saja. Metode populer adalah memilih sebuah investasi yang hasilnya bisa Anda sisihkan untuk membeli saham blue chip secara periodik, tanpa mengganggu tabungan atau penghasilan pribadi Anda. Setiap mendapat penghasilan dari sumber uang ini, Anda sisihkan minimal $1,000 untuk membeli kepemilikan terhadap saham Blue Chip secara reguler, misalnya sebulan sekali.

2. Reksadana Saham yang kompeten

Reksadana adalah suatu kumpulan dana yang sumbernya dari masyarakat atau dari pihak investor untuk kemudian dikelola oleh Manajer Investasi dan dan dana tersebut kemudian diinvestasikan pada berbagai jenis portofolio investasi efek atau produk keuangan lainnya. Investasi Reksadana adalah pilihan jitu para investor cerdas, melakukan investasi reksadana sangat aman dan menguntungkan untuk jangka panjang, anda harus cermat memilih Manajer Investasi Reksadana, memilih instrumen investasi yang tepat sasaran, serta perencanaan manajemen resiko investasi.

3. Franchise yang bisa pasif income, seperti Indomaret, Alfamart, Apotek K24, dll.

Membeli franchise yang sudah jalan. Selain itu bisnis franchise sendiri dapat dijadikan untuk meningkatkan pendapatan pasif (passive income) dan jalan menuju kebebasan keuangan. Di sisi lain pemilik usaha franchise ingin mengembangkan usahanya. Franchise adalah salah satu cara pemilik bisnis mendapatkan jangkauan (reach) layanannya dengan modal yang relatif kecil. Misal ada seseorang memiliki bisnis ayam bakar. Daripada orang tersebut harus membuka rumah makan di setiap kota dengan modal yang besar, lebih baik bisnis difranchise– kan. Bagi keuntungan dengan orang lain, tetapi bisnisnya makin besar.  

4. Beli emas, dan disimpan untuk jangka panjang.Atau melalui media online seperti info dari artikel.

Emas batangan masih cenderung digemari sebagai alat investasi di jaman modern, dan jika Anda punya kesabaran untuk mengumpulkan emas batangan, Anda bisa menjualnya lagi setelah beberapa tahun dan mendapat modal untuk mengumpulkan kepemilikan saham Blue Chip. Proses ini bisa memakan waktu bertahun-tahun, namun Anda akan mendapatkan uang yang lumayan sebagai modal membeli saham bernilai tinggi.

5. Properti, seperti membeli properti dan disewakan, ataupun membeli tanah untuk disimpan (untuk membeli property, perhatikan lokasinya)

Pembelian properti bernilai tinggi akan memberi Anda nilai investasi yang cukup tinggi, terutama jika Anda terus mengembangkannya. Anda bisa mulai dari menjadi broker lepas untuk properti seperti apartement atau gedung kantor di tempat strategis. Atau, Anda bisa membeli sebuah rumah dan menyewakannya, sehingga memberi Anda penghasilan pasif bulanan dari penyewa.

6. Obligasi (bond) , diutamakan yang Obligasi Pemerintah agar lebih aman seperti ORI (Obligasi Republik Indonesia), ataupun Obligasi dari perusahaan swasta yang sudah solid seperti Astra.

Popularitas obligasi sebagai investasi sejauh ini emang masih di bawah deposito maupun saham. Namun, bukan berarti obligasi adalah investasi yang sepi peminat ya. Terbukti, Obligasi Ritel Indonesia alias ORI selalu habis jadi buruan mereka yang ingin berinvestasi. Sampai saat ini, pemerintah lewat Kementerian Keuangan sudah menerbitkan ORI sebanyak 15 kali. ORI015 menjadi obligasi negara yang terakhir dijual tahun 2018. Bisa dibilang ORI015 berhasil menarik minat banyak orang. Gimana gak menarik? Kupon alias return yang ditawarkan sebesar 8,25 persen per tahun. Makanya penjualannya bisa tembus Rp 17,6 triliun, melebihi angka yang ditargetkan Rp 10 triliun.

Dalam berinvestasi, imbal balik (return) dan risiko (risk) akan selalu beriringan. Ada jenis investasi yang memiliki risiko kerugian tinggi namun justru mampu menghasilkan imbal balik yang besar. Sebut saja saham. Tidak jarang, jenis investasi ini malah membuat seorang investor gigit jari karena tidak mendapatkan apa-apa. Kemudian jenis lainnya adalah emas.

Harga emas cenderung merambat naik setiap tahunnya. Karena kondisinya yang stabil, sebagian besar masyarakat masih menggemari jenis investasi ini.

Untuk memperoleh hasil yang diharapkan, berbagai strategi penanaman modal memang sebaiknya dilakukan. Salah satu strategi yang paling sering dilakukan adalah dengan sistem diversifikasi atau menyebar modal yang dimiliki ke beberapa jenis investasi.

Diversifikasi juga bisa diterapkan ke dalam satu jenis investasi. Poin terakhir ini tampak sederhana namun memiliki pengaruh yang besar.

Apa pun jenis investasi Anda, waktu mempengaruhi perkembangan uang. Pada dasarnya, ketika berinvestasi, Anda tentu harus menetapkan jangka waktu tertentu.

Untuk jenis obligasi misalnya, Anda bisa mengambil jangka waktu selama 5 tahun. Dengan jangka waktu investasi yang ada, semakin dini Anda memulai, maka semakin cepat pula Anda ‘memanennya’.

Baca Juga  Cara Ampuh Investasi bagi Freelancer

Tinggalkan Balasan

Harga Bawang

Bulan Ramadhan Hingga Lebaran 2019, Harga Bawang dipastikan Aman

uang lebaran

Tukar Uang Untuk Lebaran? Perhatikan Hal-hal Berikut!