in

Persiapan Investasi Untuk Biaya Pendidikan Anak

Orang tua mana yang tidak ingin anaknya sukses, dan pendidikan yang baik menjadi salah satu jalan menuju kesuksesan walaupun tidak selamanya mutlak. Selagi mampu, tidak ada orang tua yang tidak ingin anaknya mengenyam pendidikan yang baik. Bila Anda kini sudah terpikir untuk mempersiapkan biaya pendidikan anak, investasi jangka panjang bisa menjadi salah satu jawaban. Dan sama seperti nasihat investor ahli pada umumnya, investasi seharusnya dimulai dari sedini mungkin. Bagaimana caranya agar keuangan Anda siap untuk membiayai pendidikan anak dengan investasi.

Buat Perencanaan yang Matang Untuk Mempersiapkannya

Setelah Anda mendapatkan estimasinya dalam bentuk angka, melihat kondisi Anda sekarang ini, bagaimana Anda akan mengumpulkan dana tersebut? Apa rencana Anda untuk masa yang akan datang? Lakukan perencanaan yang matang, hitung berapa yang dibutuhkan mulai dari tahun pertama hingga kelulusan, dan pertimbangkan juga tingkat inflasi.

Sisihkan Uang Anda Untuk Diinvestasikan dan Rajin Diversifikasi

Di tahap ini, Anda dianggap sudah paham betul bagaimana pentingnya berinvestasi. Nah sekarang, demi mencapai tujuan utama, cobalah untuk mulai menyisihkan uang dari waktu ke waktu untuk diinvestasikan, dan jangan lupa untuk mendiversifikasikannya ke instrumen investasi yang berbeda-beda.

Baca Juga  Wajib Simak 8 Kesalahan dalam Membuat Rencana Dana Pensiun (Part 1)

Kumpulkan Segala Informasi yang Berkaitan Dengan Dana Pendidikan

Bila Anda baru akan menyekolahkan anak dalam 6-7 tahun ke depan, maka coba bandingkan berapa tingkat kenaikan harga dari tahun ke tahun. Rata-rata sebesar 15% tiap tahun Kemudian, cari segala informasi yang berkaitan dengan dana pendidikan sekarang ini dan bandingkan dengan harga di masa yang akan datang. Gunakan rumus yang tadi sudah kita bahas untuk menghitungnya. Menyisihkan uang Rp.100.000 setiap hari  untuk diinvestasikan, misalnya, ternyata sangat besar pengaruhnya terhadap keuangan di masa depan. Apalagi, Anda bisa menginvestasikan sekitar Rp 3.000.000 setiap bulannya selama 20 tahun ke depan.

Instrumen Investasi yang Tepat Untuk Mempersiapkan Biaya Pendidikan Anak

Investasi Emas

Untuk urusan jangka panjang, investasi emas kerap direferensikan oleh orang banyak. Khusus di Indonesia, instrumen investasi ini sudah tidak asing lagi karena memang sudah sangat populer di masyarakat. Menariknya, investasi emas untuk berbagai kebutuhan biaya di masa depan sudah dilakukan oleh generasi orang tua kita sejak jaman dulu. Dalam jangka panjang, harga emas terus berangsur naik dan terutama diakui mampu mengalahkan nilai inflasi. Perlu diketahui, kenaikan harga emas memiliki rentang 10% – 22% per tahun.

Baca Juga  5 Jebakan di Cryptocurrency yang Pemula Harus Tahu

Reksadana

Ada berbagai produk reksadana yang bisa Anda coba, dan tentu harus sesuai dengan tujuan keuangan Anda menurut durasinya. Ada reksadana yang bisa ‘dimainkan’ dalam jangka panjang, ada yang lebih pendek mulai dari 1 – 6 tahun. Return yang dihasilkan dari investasi ini pun beragam, tentu tergantung performa dari masing-masing produk reksadana yang Anda gunakan. Contoh, reksadana pendapatan tetap mampu menghasilkan return 7.95% pertahun.

Meski jangka waktunya relatif lebih pendek ketimbang investasi emas, Anda bisa memutar uang Anda untuk terus-menerus diinvestasikan di reksadana sembari berdiversifikasi ke berbagai instrumen investasi lain.

Saham

Bukan tidak mungkin investasi saham bisa membantu Anda memenuhi tujuan keuangan Anda saat ini. Meski memang lebih beresiko, investasi saham mampu menghasilkan keuntungan return yang sangat signifikan terhadap keuangan.

Dengan memilih beberapa instrumen investasi yang tepat, maka akan memudahkan anda untuk melakukan perencanaan pendidikan anak di masa depan, uang yang anda investasikan nantinya akan dipanen pada saat anda memerlukan biaya untuk pendidikan anak anda.

Baca Juga  Menabung Emas Saat Pandemi, Apakah Untung?

 

Tinggalkan Balasan

Imbas Rupiah Melemah, Stok Produk Impor Menurun

Millenials diprediksi melarat tahun 2020

Gawat! Tahun 2020 Millenials Diprediksi Melarat