in

Berikut Investasi Yang Berdiri Kokoh Meskipun Diterjang Badai Inflasi

investasi yang tidak terpengaruh inflasi

Dalam merencanakan uang dan menyiapkan segala dana yang mngkin dibutuhkan ke depannya, investasi merupakan salah satu jawabannya. Cukup dengan menanamkan modal pada instumen investasi yang tepat, maka kamu bisa menuai keuntungannya di masa depan. Namun, inflasi seringkali menjadi ancaman bagi para investor.

Meskipun sudah ada prediksi-prediksi dari pakar ekonomi mengenai jenis investasi mana yang menguntungkan dan mana yang sebaiknya dihindari. Namun, apakah prediksi tersebut selalu akurat? Dilansir dari Cermati, begitu banyak faktor yang mempengaruhi suksesnya berinvestai . Diantaranya adalah waktu investasi, besarnya aset untuk alokasi investasi, dan perkiraan laju inflasi.
Inflasi merupakan momok paling besar.

Bila tak ingin ambil pusing memikirkan laju inflasi yang bisa naik dan turun. Akan lebih baik jika kamu mulai berinvestasi di instrumen yang tidak terlalu terpengaruh secara signifikan oleh perubahan inflasi.

Baca juga: Bagaimana Indonesia Bisa Bebas dari Middle Income Trap? Begini Penjelasan Sri Mulyani

Ada tiga jenis investasi yang dinilai aman saat adanya laju inflasi

1. Emas

Emas merupakan instrumen investasi yang dianggap lama namun lebih stabil dibandingkan investasi yang lain. Sejak dulu, emas sudah jadi alat berinvestasi yang favorit. . Dalam jangka panjang, nilai emas cenderung naik dan jarang terjadi penurunan nilai emas. Alasan lain kenapa orang tertarik investasi emas dikarenakan mudah diperjualbelikan.

Baca Juga  Wajib Simak 8 Kesalahan dalam Membuat Rencana Dana Pensiun (Part 1)

Dikarenakan investasi ini termasuk jangka panjang, maka kamu perlu menyediakan stok sabar yang banyak untuk mendapatkan keuntungannya. Mengapa? Memang harga emas cenderung naik. Akan tetapi, kenaikan harga emas pun tidak langsung tinggi. Emas sebagai investasi tidak akan cocok bagi yang menginginkan return dalam waktu singkat.

2. Properti

Harga properti yang jarang turun membuatnya dilirik oleh banyak investor. Properti cenderung naik terus sepanjang tahun. Seperti yang Anda tahu jumlah properti yang ada dan jumlah penduduk yang membutuhkannya tidaklah sebanding. Kondisi yang ada saat ini adalah pertumbuhan jumlah penduduk jauh lebih cepat daripada properti.

Anda bisa membeli tanah, dan juga rumahnya. Dari harga tanahnya saja, Anda sudah bisa mendapatkan keuntungan karena harga tanah cenderung naik setiap tahunnya. Selain itu, Anda juga mendapatkan keuntungan dari bangunan yang dimiliki yang semakin meningkat harganya.
Namun, resikonya adalah ketika kamu kurang lihai dalam menjualnya. Maka, solusi yang ada adalah menyewakan properti yang dimiliki daripada didiamkan tanpa berpenghuni sehngga tidak menghasilkan keuntungan apa pun.

Baca Juga  Jenis - jenis Saham yang Ditawarkan di Pasaran

3. Saham atau Reksadana

Instrumen investasi yang ketiga ini tengah menjadi tren saat ini. Di era serba digital ini membuat investasi di pasar modal semakin mudah dilakukan. Sekarang ini semakin banyak promosi investasi dalam bentuk reksa dana ataupun saham yang bisa dilakukan secara online.

Bagi pemula, reksadana merupakan pilihan yang tepat karena relatif murah dan mudah. Sebab pada intinya Anda tinggal menaruh uang saja dan menunggu dana dikelola manajer investasi untuk mendapatkan imbal balik dalam bentuk return. Sementara investasi saham walaupun sedikit agak rumit, tetapi memiliki potensi imbal balik yang lebih besar.

Baca juga: Awas! Ada Banyak Investasi Bodong, Simak Cara Cerdas Menghindarinya!

Pada intinya, sebagai investor yang cerdas sebaiknya kamu menggali lebih agar memiliki pengetahuan yang cukup. Hal ini perlu dilakukan agar tidak sembarangan dalam menanamkan modal. Happy Investing, everyone!

Tinggalkan Balasan

Sri Mulyani jadi Menkeu ketiga kalinya

Bagaimana Indonesia Bisa Bebas dari Middle Income Trap? Begini Penjelasan Sri Mulyani

Tips meminimalisir kerugian dalam trading forex

Tips Meminimalisir Kerugian dalam Trading Forex