in

Waspada! Penipuan Pialang GCG Asia Merugikan Masyarakat

Cara Bangkit dari kerugian trading

Sebagai seorang pemula dalam dunia investasi, hendaknya selalu hati-hati dan waspada ketika ingin menanamkan modalnya di suatu perusahaan. Baru-baru ini ada seorang wanita yang baru saja kehilangan uang Rp 50 juta dalam sekejap karena bermain-main dengan pialang GCG.

Dalam sebuah akun twitternya, @_Wendywalters , mengunggah sebuah cuitan,”Iseng main saham coba chip in 50 juta, eh bangkrut. WKWKWKWK”. Cuitan tersebut sontak menarik banyak netizen untuk mengomentari unggahan tersebut.

Baca juga: Awas! Ada Banyak Investasi Bodong, Simak Cara Cerdas Menghindarinya!

Tak sedikit yang berkomentar bahwa wanita yang akrab dipanggil Ciwen ini terlalu sembrono dalam mengambil suatu tindakan. Namun, ada juga yang mengapresiasi keberanian Ciwen dalam membuat cuitan tersebut sehingga menumbuhkan awareness pada masyarakat awam mengenai dunia investasi, saham, dan teman-temannya.

Baca juga: Investasi Ikut Meredup Gara-gara Listrik Padam Massal

Sebenarnya, GCG itu apa?

Pialang Guardian Capital Group (GCG) Asia merupakan perusahan yang berasal dari Malaysia, dan juga beroperasi di Indonesia dan begerak di bidang usaha pialang berjangka. Adapun produk yang ditawarkan GCG salah satunya adalah investasi pendapatan tetap untuk transaksi forex

Baca Juga  3 Marketplace Reksadana Terdaftar OJK

Dikutip dari CNBC Indonesia, Satgas Waspada Investasi (SWI) menyatakan Pialang Guardian Capital Group (GCG) Asia ilegal dan merugikan masyarakat.

“GCG Asia merugikan masyarakat, ilegal, tak ada izin,” kata Ketua Satgas Waspada Investasi (SWI) Tongam L Tobing di Mabes Polri Jakarta, Jumat (2/8) lalu.

SWI ini merupakan suatu kelompok yang terdiri dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Badan Reserse Kriminal Kepolisian Republik Indonesia (Bareskrim Polri). Yang mana bertugas untuk menindak financial technology (fintech) ilegal.

Tak hanya merugikan masyarakat, pialang GCG ini juga tidak mengantongi izin usaha sebagai pialang berjangka dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi Kementerian Perdagangan (Bappebti).

Baca juga: Apakah Mahasiswa Bisa Melakukan Trading Saham?

Bagaimana alur kerja dari GCG?

Tongam menambahkan bahwa pihaknya juga sudah meneliti alur kerja yang diaplikasikan perdagangan forex GCG Asia. Rupanya, penawaran yang diberikan GCG Asia cukup menggiurkan serta menjadi daya tarik masyarakat Indonesia terutama milenial.

“Kerugian masyarakat semakin banyak karena mengharapkan keuntungan dengan modal yang lebih besar dan ada akhirnya mereka (pelaku) akan kabur,” ucap Tongam.

Baca Juga  3 Hal ini Harus Anda Ketahui Sebelum Investasi Reksadana Online

Masih banyakkah Investasi ilegal seperti GCG?

Nyatanya, pada bulan Agustus 2019, SWI kembali menghentikan 14 entitas investasi ilegal. Sehingga pada tahun 2019 saja total entitas investasi ilegal yang telah dihentikan sebanyak 177 entitas.

Jumlah itu terdiri dari kegiatan 117 Trading Forex tanpa izin, 13 Multi Level Marketing tanpa izin, 11 investasi uang, 5 investasi cryptocurrency, dan 31 investasi lainnya.

Baca juga: Investor Asing Tidak Melirik Lagi Sektor yang Penuh Tenaga Kerja, Kok Bisa?

Tinggalkan Balasan

tips rumah kontrakan cepat laku

5 Tips Jitu Agar Rumah Kontrakan Langsung Laku

Calo Tiket, Bisnis Musiman Saat Laga Arema FC vs Persebaya Surabaya

Calo Tiket, Bisnis Musiman Saat Laga Arema FC vs Persebaya Surabaya