in

7 Prinsip Samurai yang Bisa Diteladani Seorang Karyawan

7 Prinsip Samurai yang Bisa Diteladani Seorang Karyawan (C) BOMBASTIS
7 Prinsip Samurai yang Bisa Diteladani Seorang Karyawan (C) BOMBASTIS

Seorang Samurai Jepang dikenal memiliki 7 prinsip yang disebut Bushido. Sebagai seorang karyawan, Anda juga bisa meneladani ketujuh prinsip Samurai yang masing-masing memiliki nilai-nilai moral yang sangat tinggi tersebut.

Bushido jika diterjemahkan merupakan sebuah kode etik keksatriaan golongan Samurai dalam feodalisme Jepang. Bushido berasal dari nilai-nilai moral samurai, yang paling sering menekankan beberapa kombinasi dari kesederhanaan, kesetiaan, penguasaan seni bela diri, dan kehormatan sampai mati.

Selain untuk dipelajari, prinsip-prinsip bushido yang terdiri dari tujuh hal itu bisa juga diamalkan. Meski tergolong prinsip kuno dari zaman kejayaan Samurai, bushido tetap relevan digunakan di era milenial seperti sekarang ini. Tak ada salahnya, sebagai seorang karyawan, Anda meneladani prinsip-prinsip bushido tersebut. Tujuannya tentu agar membuat Anda menjadi pribadi yang lebih baik.

Berikut ini tujuh prinsip Samurai yang bisa diterapkan karyawan versi pikirantrader.com.

1. Gi – Kebaikan

Gi dapat diartikan sebagai kebaikan atau kebajikan. Berbuat baik rasanya bukan cuma kewajiban seorang Samurai saja. Sebagai karyawan, Anda juga harus melakukannya. Sebab, dewasa ini, banyak orang memahami kutipan-kutipan penuh kebajikan, namun pada kenyataannya tak semua orang mampu melakukannya.

Prinsip Samurai ini mengajak kita sebagai karyawan untuk berbuat baik kepada siapa pun dan di mana pun. Artinya, jangan pilih-pilih mau berbuat baik kepada orang-orang tertentu saja. Bukan cuma baik kepada atasan, tapi juga kepada sesama karyawan.

Dalam berbuat baik pun dibutuhkan sebuah keikhlasan. Jangan pernah berbuat baik kepada atasan jika hanya mencari muka atau berharap kenaikan gaji. Begitu pula berbuat baik kepada sesama karyawan kalau cuma hanya menginginkan pujian mereka.

Baca Juga  6 Cara Mengatur Waktu untuk Meningkatkan Produktivitas

2. Yu – Keberanian

Yu dapat diartikan sebagai keberanian. Prinsip satu ini harus dimiliki oleh seorang Samurai. Sebagai karyawan pun Anda juga wajib memiliki prinsip Samurai tersebut. Sebab, ketakutan hanya akan membuat diri Anda merasa kalah sebelum bertanding.

Memang, di zaman kejayaannya, Samurai menunjukkan keberaniannya dengan mengangkat pedang panjangnya. Namun, keberanian tak melulu soal itu saja. Sebagai karyawan, tentu Anda bisa menunjukkan keberanian melalui sikap lainnya.

Misalnya, Anda berani menentang kebijakan atasan yang dirasa merugikan, atau tak sesuai dengan aturan yang berlaku. Anda juga harus berani menghadapi kesewenang-wanangan yang dilakukan teman sesama karyawan, dan lain-lain.

3. Jin – Kemurahan Hati

Jin dapat diartikan sebagai kemurahan hati. Prinsip Samurai satu ini bukan cuma bisa diterapkan seorang Samurai. Sebagai karyawan, Anda pun bisa memegang teguh prinsip ini, karena kemurahan hati berhak dimiliki oleh semua umat manusia.

Keahlian pedang dan bela diri yang dimilikinya membuat para Samurai bisa berbuat apa saja. Namun, bukan berarti mereka bisa bertindak semaunya. Sama seperti seorang karyawan, ketika dikaruniai posisi yang bagus, bukan berarti bisa sewenang-wenang. Sebab, kekuatan atau kelebihan yang dimiliki itu harus diimbangi dengan kemurahan hati.

Prinsip ini mengajarkan pada kita bahwa hidup bukan hanya tentang diri sendiri, tapi juga berbagi dengan orang lain. Sebagai karyawan, ketika kita memiliki kelebihan rezeki, ada baiknya berbagi dengan sesama. Maka, kemurahan hati kita bakal membuat hidup menjadi lebih indah.

Baca Juga  Halo Bos! Lakukan 4 Hal ini Agar Karyawanmu Betah

4. Rei – Rasa Hormat

Rei dapat diartikan sebagai rasa hormat. Hormat bukan cuma harus dilakukan seorang Samurai kepada pemimpinnya. Sebagai karyawan, penting rasanya untuk menghormati atasan. Rasa hormat inilah yang membuat Anda juga dihormati.

Samurai merupakan sosok yang sopan, bahkan kepada musuhnya. Mereka tak perlu menjadi kejam untuk bisa mendapatkan penghormatan. Sebab, prinsip Samurai satu ini kuncinya ada pada diri sendiri.

Jangan pernah berharap orang lain akan menghormati, jika Anda sendiri tidak memiliki rasa hormat. Pun penghormatan itu tidak cuma diberikan kepada atasan, tapi juga sesama karyawan.

5. Makoto – Kejujuran dan Ketulusan

Makoto dapat diartikan sebagai kejujuran atau ketulusan. Samurai yang jujur dan tulus akan mendapatkan tempat lebih terhormat. Sama halnya dengan seorang karyawan yang jujur dan tulus.

Dalam era milenial seperti sekarang ini, cukup sulit mencari orang yang memegang prinsip Samurai tersebut. Semakin jarang orang yang benar-benar jujur dan benar-benar tulus. Tak sedikit orang yang melakukan suatu pekerjaan dengan cara curang, atau membantu sesama dengan pamrih.

Sama seperti seorang Samurai, sebagai karyawan, jika memiliki sifat jujur dan tulus ini, maka Anda akan memiliki nilai lebih di mata publik. Bukan cuma mendapat simpati dari sesama karyawan, tapi juga bisa menjadi orang kepercayaan atasan Anda.

Baca Juga  Sifat Buruk yang Harus Dihindari Karyawan Baru

6. Meiyo – Kehormatan

Meiyo dapat diartikan sebagai kehormatan. Hal satu ini penting dimiliki oleh seorang Samurai. Bagitu pula dengan seorang karyawan, harus bisa menjaga prinsip Samurai satu ini.

Bukan melulu soal kehormatan diri sendiri yang harus dijaga, melainkan juga kehormatan perusahaan tempatnya bekerja. Termasuk pula menjaga kehormatan atasan yang memberi Anda kepercayaan.

Prinsip ini juga mengajak kita sebagai karyawan untuk tepat mengambil keputusan. Sebab, setiap keputusan yang diambil juga mencerminkan sikap kita dalam menjaga kehormatan diri sendiri, atasan dan lebih-lebih perusahaan tempat bekerja.

7. Chugi – Kesetiaan

Chugi dapat diartikan sebagai kesetiaan. Inilah hal terpenting dari ketujuh prinsip yang harus dimiliki seorang Samurai. Sebagai seorang karyawan pun, prinsip Samurai ini juga sama pentingnya untuk dimiliki.

Seorang Samurai biasa bertanggung jawab atas segala perbuatan yang dilakukannya. Setia kepada atasan sudah menjadi prinsipnya. Sebagai karyawan, tentu kita harus setia kepada atasan dan aturan perusahaan tempat bekerja.

Menunjukkan rasa setia itu bukan cuma dengan tidak pindah-pindah tempat kerja ke tempat lainnya. Dengan terus meningkatkan kualitas kinerja dan bertanggung jawab atas pekerjaan yang diberikan atasan sudah menjadi bentuk dari kesetiaan tersebut. Selain itu, sebagai karyawan jangan pernah mencampur-adukkan kepentingan pribadi atau kelompok ke dalam kepentingan perusahaan tempat bekerja.

Tinggalkan Balasan

memulai sukses bisnis

Tips Jitu Untuk Memulai Sukses Bisnis Anda!

bisnis di era digital

Bisnis di Era Digital, Kembangkan Bisnis dengan 5 Aplikasi ini