in

Awas! Ini Ciri-ciri Penipu Loker Online (Part 2)

loker online

Semakin maraknya lowongan kerja (loker) secara online, semakin bannyak pula kasus-kasus penipuan yang terjadi. Oleh karena itu bagi Anda para pencari kerja, haruslah ekstra berhati-hati. Jika tidak bukannya Anda mendapat kerja, malah Anda sendiri yang akan merugi karena harus berurusan dengan agen loker abal-abal. Jika sebelumnya anda telah menyimak beberapa ciri-ciri penipu loker online, kali  ini PikiranTrader akan kembali membahas di part-2. Penasaran? Simak ulasannya berikut ini;

1. Email Yang Tak Jelas

Jika diartikel sebelumnya telah dijelaskan salah satu ciri-ciri penipu loker palsu adalah alamat perusahaan yang tak jelas, kali ini aalamat Emailnya yang tak jelas. Banyak orang tertipu dengan alamat email perusahaan yang tidak sesuai. Memang sedikit sulit untuk membedakan apakah itu alamat email perusahaan palsu atau tidak. Namun dapat menjadi pedoman anda bahwa perusahaan terpercaya pasti menggunakan domain berbayar serta mencantumkan nama perusahaannya sebagai emailnya. Misalnya @Majumundur.com atau @satuduatiga.com dan sebagainya, sedangkan perusahaan yang abal-abal tidak, atau hanya menggunakan domain gratisan.

Baca Juga  PT. PNM Buka Lowongan Kerja untuk Tiga Posisi Sekaligus, Siap Daftar?

2. Tawaran Gaji Yang Tidak Wajar

Ciri penipu loker online yang berikutnya adalah tawaran gaji tinggi dan terkesan tidak wajar. Normal apabila setiap orang menginginkan pekerjaan yang mudah, dengan gaji yang tinggi. Akan tetapi, Anda harus pandai dalam memperhatikan apakah gaji tersebut sesuai dengan pekerjaan yang akan dilakukan nanti. Banyak orang tergiur karena gaji yang ditampilkan cukup besar. Riwayat pendidikan juga menjadi pertanyaan dalam hal ini. Jika yang diinginkan sebagai pekerja biasa mungkin lulusan SMA sederajat dapat masuk dalam pekerjaan tersebut. Sementara untuk lulusan sarjana mungkin dapat menempati bagian yang lebih tinggi.

Baca juga: Pengangguran Setelah Sarjana? Mungkin Ini Sebabnya! (Part 2)

Diantara keduanya pasti tingkat kesulitan dalam bekerja berbeda dan gaji atau upah yang diberikan juga pastinya berbeda. Perusahaan pun pasti akan mempertimbangkan gaji yang akan diturunkan kepada para pekerja dengan apa yang mereka dapatkan untuk perusahaannya. Istilah lainnya yaitu 50-50 sesama menguntungkan. Jadi, sangat tidak mungkin juga jika pekerjaan yang akan dilakukan mudah dengan imbalan gaji yang tinggi. Inilah sebabnya banyak orang yang tertipu dengan perusahaan palsu yang dilihatnya melalui iklan lowongan pekerjaan online.

Baca Juga  Bermain Cantik dalam Politik Kantor Perlu Strategi, Inilah 5 Cara Ampuhnya!

3. Meminta Data Pribadi Secara Langsung

Untuk perusahaan biasanya jika mereka tertarik dengan CV yang Anda buat pasti akan menghubungi untuk tes wawancara beserta data pribadi sebagai calon pekerja. Penjadwalan akan diinformasikan lengkap dengan tempat dan akan bertemu siapa di perusahaan nanti. Namun, apabila terdapat ucapan ‘selamat Anda diterima diperusahaan’ tersebut langsung disertai dimintanya data pribadi melalui online Anda perlu curiga. Sebab, tidak ada perusahaan yang tidak akan melakukan interview secara langsung untuk calon pekerjanya.

Dengan interview, perusahaan bisa mengetahui calon pekerjanya mulai dari bagaimana cara ia menanggapi pertanyaan, tingkah laku, tingkat kesopanan, dan lain sebagainya. Sharing dan meminta pendapat teman atau orang lain sangat diperlukan juga. Hal ini tentunya bertujuan untuk menghindari penipuan yang sedang ramai terjadi saat ini.

Baca juga: 5 Hal yang Harus Dihindari jika Ingin Kerja Sambilan Anda Sukses

Nah, itulah beberapa ciri-ciri agen penipu loker online yang kini tengah marak terjadi dimasyarakat. Semoga ulasan PikiranTrader diatas dapat membantu, sekaligus dapat menjadi acuan dalam anda mencari lowongan kerja via online.

Baca Juga  Pengangguran Setelah Sarjana? Mungkin Ini Penyebabnya!

Tinggalkan Balasan

Alasan Broker Properti Online Harus Punya Website Pribadi

Alasan Broker Properti Online Harus Punya Website Pribadi

Waspada Kekalahan saat Anda Banyak Menang dalam Trading (Part 2)