in

Revolusi Industri 4.0 Menggeser Pekerjaan Manusia

revolusi industri 4.0 menggeser pekerjaan manusia

Revolusi Industri 4.0 merupakan suatu industri yang mana semua aspeknya dilakukan secara otomatisasi. Indonesia sendiri sebenarnya sudah memasuki industri 4.0 sejak tahun 2011. Sehingga, lama kelamaan, pekerjaan yang dulu dilakukan manusia bisa tergantikan oleh tenaga mesin. Bahkan, tenaga mesin ini secara otomatis bisa melakukan dan mengatur pekerjaan lebih cepat.

Baca juga: Jangan Galau Ketika Akhir Bulan Mencekam! Berikut Tips Biar Irit

Manfaat Revolusi Industri 4.0

Industri 4.0 ini dapat dilihat dari adopsi otomatisasi dan kecerdasan buatan (AI) yang bisa mendongkrak industri Indonesia. Teknologi ini juga akan membawa manfaat signifikan bagi perekonomian, termasuk peningkatan produktivitas, pertumbuhan, pendapatan, dan lapangan kerja.

Selain itu, dikutip dari CNBCIndonesia.com, otomatisasi berpotensi meningkatkan produktivitas dan pertumbuhan produk domestik bruto (PDB). Serta dapat menghasilkan pendapatan yang lebih tinggi bagi pekerja Indonesia dan menciptakan peluang pasar bagi perusahaan.

Pekerjaan manusia mulai tergantikan di beberapa sektor

Seiring dengan meningkatnya teknologi ini. Menurut sebuah laporan terbaru McKinsey & Company berjudul ‘Otomasi dan masa depan pekerjaan di Indonesia: Pekerjaan yang hilang, muncul, dan berubah’, tidak semua tugas pekerjaan bisa diotomatisasi.

Baca Juga  Meskipun Krisis Ekonomi Menyerang. 4 Orang ini Justru Makin Kaya!

“Secara keseluruhan tipe pekerjaan akan bergeser ke arah layanan dan menjauh dari pekerjaan dengan potensi otomatisasi yang tinggi, seperti pemrosesan data dan pekerjaan fisik yang dapat diprediksi,” ujar Phillia Wibowo, President Director PT McKinsey Indonesia, dikutip dari CNBCIndonesia.com.

Baca juga: Meskipun Krisis Ekonomi Menyerang. 4 Orang ini Justru Makin Kaya!

Ada beberapa sektor yang kemungkinan cenderung meningkat untuk permintaan tenaga kerja. Yakni sektor konstruksi, manufaktur, layanan kesehatan, akomodasi, kuliner, pendidikan dan ritel.

Sementara itu untuk sektor industri pertambangan, berkebun, kehutanan, instalasi mesin, dan pemadam kebakaran malah akan sulit di otomatisasi. Pasalnya pekerjaan dalam sektor tersebut masih memerlukan skill manusia, yang mana robot belum bisa menggantikannya bahkan menyainginya.

Otomatisasi sudah menjadi hal yang umum

Secara global, MCKinsey sudah memperkirakan bahwa ada 60 persen dari keseluruhan pekerjaan manusia, sekitar 30 persen aktivitasnya sudah tergantikan oleh robot.

Di Indonesia sendiri, otomatisasi penuh lebih kecil terjadi dbandingkan dengan otomatisasi parsial. Perubahan akan mengubah banyak sifat pekerjaan, misalnya self-service checkout akan menggeser peran kasir dalam proses transaksi.

Baca Juga  4 Alasan Mengapa Menjadi Perempuan Berkarir itu penting

Baca juga: Jangan Sampai Keliru! Bedakan Antara Investasi Saham dan Trading Saham (Part 2)

Tinggalkan Balasan

Gaji Deretan Pembalap MotoGP 2019, Jangan Ngiri Loh!

Gaji Deretan Pembalap MotoGP 2019, Jangan Ngiri Loh!

jenis angunan

Jenis Agunan yang Bisa Diajukan di Indonesia