in

YouTuber Bisa Menjadi Kaya Lewat Konten Prank

Youtube menghasilkan uang

YouTuber merupakan salah satu jenis pekerjaan anyar di era Milenial. Jangan salah, dengan bermodal minim, YouTuber bisa menjadi kaya lewat kreasi konten yang dibuatnya. Apalagi kalau berani membuat konten kontroversial, salah satunya prank.

Menurut kamus, prank diartikan sebagai gurauan/guyonan. Lalu, maknanya bisa meluas menjadi ‘ngerjain’, bahkan disebut pula ‘penipuan’. Aksi ini banyak dipilih oleh para YouTuber sebagai bahan kontennya. Maklum, konten kontroversial biasanya mudah menjadi viral dan membuat si YouTuber mendapatkan keuntungan lebih dari popularitas semata dari keviralan tersebut.

Salah satunya yang baru saja terjadi di Bandung, Jawa Barat. Seorang YouTuber bernama Ferdian Paleka mengunggah konten prank yang kontroversial. Dalam video tersebut, Ferdian bersama kedua temannya pura-pura membagi-bagikan sembako yang ternyata berisi sampah dan batu kepada para waria. Video ini pun menjadi viral lantaran mendapatkan hujatan dari netizen.

Bukan kali ini saja ada YouTuber yang nekad mengunggah konten prank kontoversial. Sekalipun ada sanksi sosial lewat ganasnya mulut dan jari netizen, mereka seakan tak peduli. Seakan tak ada kata kapok lantaran memang keuntungan yang didapat sungguh menggiurkan.

Baca Juga  Gaji Deretan Pembalap MotoGP 2019, Jangan Ngiri Loh!

Cara YouTuber Bisa Menjadi Kaya Lewat Keviralan Kontennya

Penasaran dengan cara YouTuber mendapatkan keuntungan lewat konten-konternya yang menjadi viral? Logikanya, sesuatu yang viral mendatangkan banyak viewers yang mengundang pengiklan.

Menjadi YouTuber modalnya sederhana saja. Cuma butuh ‘alat perang’ seperti kamera untuk merekam video yang akan diunggah. Modal selanjutnya adalah akun/channel YouTube sebagai media untuk mengunggahnya. Ditambah dengan laptop/komputer yang dilengkapi dengan kuota/jaringan internet, maka Anda sudah bisa menjadi YouTuber. Tunggu sebentar, ada yang ketinggalan, yakni modal kreativitas sebagai modal penting untuk membuat konten.

Kreativitas adalah modal paling penting yang harus dimiliki oleh YouTuber. Tanpa kreasi, pasti kontennya itu-itu saja. Hanya saja, kreativitas inilah yang kebablasan, yang kadang tanpa dibatasi adanya etika dan norma yang berlaku. Hal-hal di luar nalar itulah yang menyebabkan munculnya konten-konten kontroversial.

Mungkin, alasannya sederhana mengapa konten kontroversial yang berpotensi viral lebih dipilih oleh para YouTuber. Konten yang viral tersebut berpotensi mendatangkan banyak viewers. Dengan banyak ditonton, video tersebut berpotensi mendatangkan pengiklan. Konten beriklan adalah sumber pendapatan dari para YouTuber. Semakin banyak viewersnya, maka potensi mendatangkan pendapatan dari iklan akan lebih terbuka lebar.

Baca Juga  Bagaimana YouTube Bisa Menghasilkan Uang?
Kurs Singapura menguat

Kurs Singapura Menguat Akibat Lockdown Dilonggarkan

Jual Beli di Tokopedia Masih Aman

Jual Beli di Tokopedia Masih Aman