in

6 Tips Menjadi Pengusaha yang Multitasking

Pengusaha yang multitasking

Tetap berdiri di atas kaki sendiri dengan apa pun risikonya adalah salah satu karakteristik pengusaha. Selain itu, suatu bisnis biasanya melakukan semua hal dalam dalam satu waktu atau sering disebut multitasking. Misalnya, merancang, mempromosikan, hingga mengirim kadang-kadang telah menjadi kebiasaan pengusaha multitasking, terutama pada awal awal bisnis startup.

Menurut entrepreneur.com, sering kali Anda akan menyadari ketika sedang melakukan panggilan konferensi di ponsel Anda, Anda juga menjelajah melalui email di laptop Anda. Ini adalah aktivitas multitasking yang umum. Simak beberapa tips bagaimana menjadi seorang pengusaha yang multitasking berikut ini:

1. Anti Menunda

Pekerjaan sederhana yang ditunda akan berdampak besar pada tugas lain. Melakukan sesuatu tepat waktu akan memberikan kebahagiaan dan kepuasan tersendiri terhadap pekerjaan yang dikerjakan. Jika pekerjaan itu terkait dengan klien, klien Anda tentu akan lebih terkesan.

Selain itu, disiplin ketika menjadi bos adalah sangat penting. Karena hal ini berbeda dengan bekerja sebagai karyawan yang dikendalikan oleh bos. Jadi, seorang pengusaha harus bertanggung jawab atas segalanya.

Baca Juga  Deretan Sponsor Bali United Penyokong Finansial Klub

2. Konsistensi Diri

Mungkin Anda mampu melakukan hal yang sama pada satu waktu untuk pekerjaan yang hampir serupa, namun jangan coba melakukannya untuk hal-hal besar. Melakukan dua hal yang sama-sama berat akan menimbulkan kerugian.

Tetapkan batas konsistensi diri Anda ketika melakukan sesuatu. Anda juga harus menghindari hal-hal yang dapat mengganggu fokus Anda. Mengapa? Karena gangguangangguan ini akan memicu stres. Akibatnya anda tidak akan menghasilkan sesuatu yang efektif. Nah, jika hal itu sampai terjadi bisa saja Anda akan kehilangan klien. Jangan sampai hal itu terjadi

3. Terapkan Prinsip Multitasking

Siapa bilang multitasking bisa menghilangkan fokus? Jika Anda tahu apa yang sedang dilakukan dan sudah memahami kategori pekerjaan yang bisa dilakukan bersama, Anda masih bisa fokus.

Misalnya, Anda bisa mnulis caption untuk promosi online di media sosial, dan pada saat yang sama dapat dilakukan dengan menjawab pertanyaan pelanggan yang masuk ke Chat Messenger.

4. Tetapkan Skala Prioritas dan Job List

Menjadi pengusaha yang multitasking tidak berarti membiarkan waktu berjalan sebagaimana adanya, mengalir seperti air. Namun, perlu direncanakan sesuai dengan prioritas. Pisahkan mana kebutuhan mendesak, kebutuhan penting, dan kebutuhan penting tetapi tidak mendesak.

Baca Juga  4 Tips Hilangkan Canggung dengan Bawahan yang Lebih Tua

Dengan melakukan hal itu, Anda akan menjadi lebih disiplin dan bisa mencapai hasil yang lebih memuaskan. Bayangkan saja jika Anda tidak memiliki prioritas, Anda mungkin tidak mencapai target Anda.

Setelah memiliki skala prioritas, buat daftar tugas atau daftar catatan harian dan mingguan untuk melaksanakan rencana yang telah dibuat.

5. Ketahui Batas Diri Anda

Sekalipun Anda menetapkan standar tinggi untuk setiap pekerjaan, ingatlah untuk tidak berlebihan. Anda mungkin gila kerja, tetapi Anda tahu batas-batas diri Anda dengan baik. Selain itu, istirahat yang seimbang dengan waktu kerja akan membantu Anda lebih segar sepanjang hari.

6. Jangan terlalu memaksakan diri

Menjadi pengusaha multitasking memang membutuhkan latihan. Jangan memaksakan diri untuk melakukan sesuatu bersama dalam segala hal. Sortir dan pilih berdasarkan prioritas dan kemampuan diri.

Tinggalkan Balasan

5 Cara Menulis Email Ucapan Terima Kasih dengan Baik

bisnis untuk ibu rumah tangga

Tips Cerdas Khusus Anda Para Working Moms (Part 2)