in

Mengenal PT Regio Aviasi Industri yang Didirikan BJ Habibie

Mengenal PT Regio Aviasi Industri yang Didirikan BJ Habibie
Mengenal PT Regio Aviasi Industri yang Didirikan BJ Habibie (C) OKEZONE

Sebelum menghembuskan nafas terakhir pada Selasa (10/9/2019) petang, di sisa usianya BJ Habibie masih sempat berkarya. Presiden Republik Indonesia ketiga itu mendirikan PT Regio Aviasi Industri (RAI).

Berpusat di Jakarta, perusahaan ini bergerak di bidang perancangan, pengembangan, dan manufaktur pesawat terbang. Perusahaan tersebut berafiliasi pada Ilthabi Aerospace Group.

Pria bernama lengkap Bacharudin Jusuf Habibie ini mendirikan PT Regio Aviasi Industri pada tahun 2012. BJ Habibie mengajak putra sulungnya, Ilham Akbar Habibie mengelola perusahaan ini. Mereka kemudian menunjuk Sugiharto sebagai Independent Commissioner, dan Agung Nugroho sebagai President Director.

Mantan Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) era pemerintahan Orde Baru pimpinan Presiden Soeharto itu mengkhususkan perusahaannya mengembangkan pesawat R-80. Pesawat pengangkut penumpang ini merupakan proyek lanjutan dari N-250 karya BJ Habibie pada masa lampau.

Kerja Sama Pengembangan Produk

Kehadiran PT Regio Aviasi Industri ini rupanya menjadi potensi untuk membangkitkan industri dirgantara Nasional yang pernah jaya di era BJ Habibie masih menjadi Menristek. Bahkan, untuk pengembangan produk R-80, pada April 2014, perusahaan ini menandatangani kerja sama dengan Dassault Systemes. Itu merupakan perusahaan pembangun perangkat lunak desain 3 dimensi asal Prancis.

Baca Juga  BJ Habibie, Presiden Indonesia Ketiga yang Berperan dalam Krisis Ekonomi

Menariknya, pesawat R80 keluaran perusahaan ini langsung dipesan oleh sejumlah maskapai luar negeri. Ada 140 buah pesawat yang dipesan oleh NAM Air, Kalstar Aviation, dan TransAsia.

Pesawat R-80 Rancangan PT Regio Aviasi Industri

Pesawat R-80 merupakan pesawat penumpang regional jarak pendek yang memakai mesin twin-turboprop. Pesawat ini dapat mengangkut 80-92 penumpang (kelas tunggal), dan dioperasikan dua kru penerbang, dan dua pramugari.

Dimensi pesawat R-80 ini memiliki panjang 32,42 meter, bentang sayap 28,82 meter, tinggi 8,42 meter, dan berat kosong 16.900 kg. Kecepatan maksimum pesawat ini 330 kts, jarak tempuhnya 400-800 nm, sedangkan ketinggian jelajahnya mencapai 17.500 kaki.

Awalnya, pesawat ini akan diluncurkan perdana pada tahun 2017 di landasan pacu Bandar Udara Internasional Kertajati, Jawa Barat. Namun, rencana itu belum terealisasi hingga meninggalnya BJ Habibie.

Tinggalkan Balasan

PB Djarum dihentikan

KPAI dan PB Djarum Berdamai, Audisi Bulutangkis Tetap Lanjut dengan Nama Baru

72 UU

Pemerintah Janjikan Revisi 72 UU, Investasi Jadi Sorotan Jokowi