in

4 Langkah agar Perusahaan Go Public. Apa Saja?

Langkah agar Perusahaan Go Public

Terdapat banyak keuntungan jika sebuah perusahaan melakukan IPO (Initial Public Offering) atau sering disebut Go Public, diantaranya adalah mendapatkan tambahan modal, dana murah, serta mempercepat pertumbuhan perusahaan itu sendiri.

Lalu, apa saja langkah yang harus dilakukan suatu perusahaan agar menjadi perusahaan go public?

Langkah-langkah suatu perusahaan menjadi go public.

1. Melakukan Pertemuan dengan Perusahaan Sekuritas

Pertemuan ini disebut juga Due Diligence Meeting. Perusahaan sekuritas di sini akan menjadi perantara untuk menjual saham perdana.

Selain itu, perusahaan sekuritas juga membantu serta memastikan bahwa semua peraturan dan persyaratan telah dipenuhi oleh perusahaan go public tersebut.

Pihak-pihak yang terlibat dalam pertemuan ini adalah pemilik saham, appraiser (penilai aset perusahaan), auditor independen, dan konsultan hukum.

Baca juga: 6 Perusahaan Sekuritas Terbaik di Indonesia

2. Public Expose dan Roadshow

Public Expose dan Roadshow bertujuan untuk memperkenalkan saham IPO suatu perusahaan.

Cara yang dilakukan adalah dengan mempresentasikan prediksi pertumbuhan dan perkembangan perusahaan di masa yang akan datang kepada para calon investor (institusi atau perorangan).

Baca Juga  Jenis Cuti & Istirahat Kerja Yang Wajib Anda Ketahui

Presentasi tersebut juga dapat dilakukan di berbagai tempat dan kepada siapa saja termasuk investor asing.

3. Book Building

Setelah melakukan public expose dan roadshow, maka akan mulai terlihat investor-investor yang tertarik dengan penawaran saham IPO perusahaan tersebut.

Kemudian, investor-investor tersebut akan melakukan penawaran dengan harga dan jumlah saham tertentu.

Untuk menentukan berapa harga saham IPO tersebut, maka dapat dilihat dari jumlah penawaran dari jumlah investor yang telah dicatat.

Pada tahapan book building ini, jika banyak investor yang tertarik pada saham ini, maka bisa saja jumlah saham yang dipesan oleh investor lebih banyak dari saham yang ditawarkan. Jika kondisi ini terjadi, maka disebut dengan keadaan oversubscribed.

Tentunya, jika saham memiliki banyak investor yang berminat maka nilainya akan cenderung meningkat.

Sebaliknya, jika saham memiliki sedikit peminat maka nilainya akan menurun dan harganya menjadi murah. Keadaan tersebut disebut dengan undersubscribed.

4. Penentuan Harga

Langkah yang terakhir adalah menentukan harga akhir saham IPO yang dilakukan oleh perusahaan sekuritas dengan persetujuan perusahaan go public. Penetapan harga ini akan didasarkan pada nilai penawaran calon investor.

Baca Juga  Deretan Sponsor Bali United Penyokong Finansial Klub

Jika terjadi oversubscribed maka akan dilakukan alokasi atau penjatahan untuk setiap calon investor.

Sedangkan, jika terjadi undersubscribed maka perusahaan sekuritas akan bertanggung jawab dengan menyerap saham sesuai perjanjian awal dengan perusahaan go public tersebut.

Tinggalkan Balasan

IHSG menguat

IHSG Menguat, Pengaruh Penurunan KUR?

keuangan para milenial

Kebiasaan ‘Pembawa Sial’ Bagi Keuangan Para Milenial (Part 2)