in

Jenis Cuti & Istirahat Kerja Yang Wajib Anda Ketahui

cuti kerja

Dalam dunia kerja memang seseorang dituntut untuk bekerja semaksimal mungkin, apalagi bagi anda yang bekerja di perusahaan. Namun terlepas dari rutinitas kerja sebagai kewajiban karyawan, andapun wajib tahu apa saja hak karyawan. Tak hanya soal gaji atau upah kerja saja, salah satu hak karyawan yang tak kalah pentingnya ialah masa cuti dan masa istirahat kerja. Lalu apa saja jenis masa cuti dan istirahat tersebut? Simak ulasan PikiranTrader berikut ini.

Baca juga: Sifat Buruk yang Harus Dihindari Karyawan Baru

Jenis Cuti Karyawan

Kali ini kita akan membaha apa itu cuti karyawan dan apa saja jenis-jenisnya. Pada dasarya cuti karyawan merupakan masa dimana anda tak harus bekerja beberapa waktu karena alasan khusus. Lalu bagaimana dengan gaji anda? apakah akan terpotong karena anda mengambil cuti? Tak perlu risau, hak anda untuk cuti telah dijamin dan diatur dalam Undang-undang (UU) Ketenagakerjaan Nomor 13 Tahun 2003 yang berbunyi “Pengusaha wajib memberi waktu istirahat dan cuti kepada pekerja atau buruh,” bunyi Pasal 79 Ayat (1) UU No. 13/2003. Lalu, apa sajakah jenis dari masa cuti tersebut? Berikut jenis-jenisnya:

Baca Juga  Mau Beli Saham Penyokong Gundala?

1. Cuti Tahunan

Yang pertama adalah cuti tahunan, dimana dalam cuti ini terdapat beberapa ketentuan yang harus dipenuhi, diataranya ialah Jatah cuti tahunan karyawan sebanyak 12 hari per tahunnya. Cuti tahunan ini diberikan bila masa kerja karyawan (tetap atau kontrak) di perusahaan tersebut sudah selama 1 tahun. Sebagian besar perusahaan menerapkan jumlah cuti tahunan seperti yang diatur UU Ketenagakerjaan, namun ada juga perusahaan yang memberikan lebih dari 12 hari kerja. Jadi jumlah dan pelaksanannya tergantung kebijakan perusahaan masing-masing, serta perjanjian kerja bersama.

Baca juga: Ingin Peluang Karier Terbuka? Jangan Lakukan Hal ini Saat Masih Kuliah! (Part 2)

2. Cuti Karena Alasan Penting

Jenis cuti yang kedua ialah cuti karena alasan penting atau mendesak. Pada umumnya cuti jenis ini digunakan karyawan untuk hal-hal penting seperti acara pernikahan. Untuk karyawan yang hendak menikah, hak cuti yang diberikan ialah selama 3 hari. Selain pernikahan, jika anda adalah orag tua yang memiliki hajatan menikahkan, khitanan, pembaptisan anak, menemani istri lahiran atau keguguran, maupun ada keluarga batih (keluarga inti seperti ayah, ibu, anak) yang meninggal dunia, maka cuti diberika selama 2 hari lamanya.

Baca Juga  Halo Bos! Lakukan 4 Hal ini Agar Karyawanmu Betah

3. Cuti Bersama

Jenis cuti yag terakhir ialah cuti bersama. Untuk hari cuti bersama ini ditentukan sesuai peraturan dan ketetapan pemerintah, seperti cuti bersama Hari Raya Lebaran seperti Idul Fitri dan Hari Raya Natal. Yang perlu anda ketahui dan garis bawahi ialah cuti bersama ini merupakan bagian dari cuti tahunan. Jadi, jika diambil secara otomatis juga akan memotong jatah cuti tahunan anda yang 12 hari kerja.

Baca juga: 3 Cara Sederhana Meningkatkan Daya Saing Bisnis

Tinggalkan Balasan

Cara Menabung Kekinian Ala Generasi Milenial

Kelebihan Menabung di Celengan daripada di Bank

analisa forrex

Adakah Hubungan Antara Media Sosial dengan Forex Market?