in

3 Mitos Seputar Teknik Scalping yang Wajib Anda Tahu

Sering disingkat juga sebagai MA, Moving Average adalah indikator analisis teknikal yang paling sering digunakan karena bisa dibilang paling sederhana dibandingkan indikator lainnya.

Pada dasarnya tidak ada satu metode trading tertentu yang paling populer. Setiap trader memiliki strategi masing-masing untuk mendapatkan profit. Meskipun begitu, scalping menjadi satu teknik yang paling mainstream diantara trader. Hampir 95% trader menggunakan teknik scalping dan hal ini sangat luar biasa bagi pasar forex.

Akan tetapi, banyak mitos beredar. Jika tidak awas, trader pemula dapat dengan mudah mempercayai mitos-mitos yang belum terbukti tersebut dan melakukan teknik scalping dengan gegabah. Apa saja mitos tentang forex yang harus diperhatikan sebelum memulai teknik scalping?

Mitos teknik scalping

1. Forex Mudah Diprediksi

Pergerakan harga forex mudah diprediksi karena pergerakan tersebut didasari dari suatu bentuk formula ilmiah. Hal ini tidak masuk akal, karena pasar Forex melibatkan banyak manusia di dalamnya. Manusia memiliki sifat tidak dapat diprediksi, begitu juga pasar forex. Harga forex bergerak dengan tidak pasti pada timeframes rendah (1 menit, 5 menit) dan selama perdagangan terus berlangsung. Bisa saja Anda bertrading pada volalitas tidak beraturan, pasar sepi, atau bahkan saat pasar sedang ramai. Untuk mendapatkan keuntungan yang diharapkan, seorang trader harus pintar-pintar mengambil kesempatan.

Baca Juga  Ini 5 Keuntungan Investasi Berlian, Mau Coba?

2. 90% Trading Pasti Menang

Adanya salah kaprah tentang akurasi pergerakan harga membuat munculnya rumor kalau trader bisa membuka berapa saja posisi trading, karena 90%nya pasti menang. Pada kenyataannya, scalper sukses justru mengatakan bahwa hampir separuh dari trading yang mereka lakukan tidak sukses. Bahkan scalper yang memenangkan sekitar 90% trading tidak dapat menjelaskan dengan pasti apa faktor kemenangan tersebut. Seperti mitos pertama, pasar forex memiliki sifat tidak terduga sehingga pergerakan tidak akan mudah diprediksi.

3. Trading Dapat Dilakukan Pada Stop Loss Ketat

Mitos ini didasari oleh volatilitas acak dan tidak ada bukti bahwa praktik trading dengan stop loss ketat tersebut akan ampuh di dunia nyata. Lima pips stop loss dapat dengan mudah terkena pergerakan harga kecil atau spread yang berfluktuasi.

Apapun yang terjadi, bermain di pasar forex bukanlah hal mudah. Forex scalping juga merupakan teknik penuh resiko. Oleh karena itu, seorang trader harus memikirkan matang-matang strategi trading yang akan digunakan sebelum bermain di pasar forex.

Baca Juga  FXCM – Broker Kelas Dunia yang Berhasil Bangkit dari Krisis dan Mulai Bersinar

Intinya,meskipun sudah terbukti bahwa scalping dapat memberikan keuntungan yang menjanjikan. Namun, teknik scalping belum tentu sesuai untuk semua trader. Teknik ini cenderung cocok untuk trader dengan konsentrasi tinggi dan mampu membuat keputusan dengan cepat. Selain itu, scalper juga harus betah mengawasi proses trading mengingat  teknik ini membutuhkan eksekusi yang serba cepat.

Tidak seperti yang umumnya orang pikirkan, scalping membutuhkan lebih banyak pengalaman dan pengetahuan dibandingkan teknik trading lainnya. Jika Anda cenderung tidak menyukai harus duduk selama beberapa jam di depan komputer dan tidak mampu menangani segala stress dalam scalping, maka lebih baik Anda tidak menggunakannya.

Selalu perhatikan faktor-faktor yang mempengaruhi teknik-teknik trading yang hendak Anda pilih , serta sesuaikan jenis akun pilihan Anda dengan teknik tersebut. Apabila ingin melakukan scalping, maka pastikan bahwa akun trading broker memang dapat digunakan untuk scalping.

Tinggalkan Balasan

tips agar Keuangan selalu stabil

10 Rekomendasi Kebiasaan Sederhana yang Bisa Membuat Keuangan Anda Stabil (Part 2)

Berkembangnya aplikasi investasi menjadi salah satu opsi teratas bagi investor baru untuk terlibat dalam pasar saham.

Metatrader, Pengertian dan Cara Mengunduhnya