in

GoPay Mendominasi Posisi e-Wallet Indonesia

Industri dompet elektronik (e-wallet) telah tumbuh besar di Indonesia akhir-akhir ini. Hal ini seiring dengan meningkatnya penggunaan smartphone yang mencapai 70% pada periode yang sama. Menurut Bank Indonesia, saat ini ada 38 dompet elektronik bersertifikasi yang beroperasi di Indonesia. Menurut laporan Iprice, GoPay, sistem pembayaran milik  GoJek telah mendominasi e-wallet sejak tahun 2017.

Pada kuartal kedua 2019, GoPay kembali berkuasa sebagai platform e-wallet terbesar di Indonesia. Gopay memiliki pengguna aktif serta unduhan bulanan terbesar. GoPay adalah e-wallet yang disediakan oleh Gojek, awalnya hanya untuk membayar layanannya seperti naik ojek dan pengiriman makanan. Sekarang, GoPay dapat digunakan untuk transaksi off-line juga.

Strategi cashback memainkan peran besar bagi Gojek GoPay untuk mendapatkan loyalitas dari penggunanya. Hanya pada bulan Juli, aplikasi ini telah menawarkan 20% -40% cashback untuk transaksi offline di merchant mitra.

Dompet elektronik lainnya mengikuti langkah GoPay Gojek

GoPay bukan satu-satunya yang memberikan cashback besar. Mitra e-wallet Grab Indonesia, OVO, juga telah memberikan cashback untuk transaksi offline. Hasilnya, OVO menjadi juara dua setelah GoPay, baik unduhan maupun penggunanya.

Baca Juga  Dampak Konflik Geopolitik AS-Iran Terhadap Ekonomi Indonesia

Sementara itu LinkAja, e-wallet milik pemerintah Indonesia berada di posisi ke-3 dalam hal MUA. Tetapi Link Aja berada di urutan keempat dalam statistik untuk unduhan. Begitu juga sebaliknya, DANA menempati urutan keempat di MUA dan ketiga di unduhan.

Sebagai ppendatang baru yang masih berusia 2 tahun, DANA memainkan permainan yang menjanjikan. DANA berhasil menarik banyak pengguna baru setelah menambahkan fitur baru. Fitur ini memungkinkan pengguna untuk menghubungkan saldo akun mereka ke akun game mereka. Membuatnya lebih mudah bagi mereka untuk membeli apa pun di dunia game.

Platform e-wallet bank tradisional juga mendapatkan lebih banyak minat dari para penggunanya. Sebagai contoh, jenius BTPN yang sekarang menempati posisi kelima MUA, CIMB’s Go Mobile di peringkat keenam dan Sakuku BCA di posisi ketujuh.

E-wallet atau industri pembayaran online di Indonesia tumbuh semakin besar. Pada tahun 2018, negara mencatat transaksi e-wallet senilai $ 1,5 miliar di negara tersebut. Dan diperkirakan akan tumbuh hingga $ 25 miliar pada tahun 2023.

Baca Juga  Siapkah Indonesia Menuju Cashless Society?

Tinggalkan Balasan

perjuangan dan kerja keras oleh Achmad Zaky dalam mendirikan Bukalapak hingga ia berhasil menuju titik sukses dan menjadi salah satu pebisnis yang disegani di Indonesia berkat Bukalapak miliknya.

Berkenalan dengan Achmad Zaky Pendiri Bukalapak

tips mengelola gaji sampingan

Cara Mengelola Gaji Kerja Sampingan