in ,

Waspada Kekalahan saat Anda Banyak Menang dalam Trading (Part 1)

Sebagian orang mengira, trading tak ubahnya judi dan pertaruhan. Menang dan kalah, untung dan rugi, banyak tergantung pada nasib dan keberuntungan. Sebuah anggapan keliru karena selalu ada penjelasan di balik keberhasilan dan kegagalan dalam melakukan trading.

 

Roda berputar dan Anda tidak selalu berada di atas. Sebuah kesalahan yang disalahpahami oleh para trader pemula adalah ketika kemenangan datang bertubi-tubi, maka terus “menginjak gas” bahkan meningkatkan level permainan adalah hal yang mutlak dilakukan. Hingga akhirnya, kekalahan datang mematahkan semangat.

 

Baca juga: Trader Pemula, Wajib Pahami Risiko Trading Forex Berikut!

 

Ada apa yang sebenarnya terjadi? Penjelasan di bawah ini dapat memberikan gambaran kepada Anda, bahwa selain kecerdasan mengatur strategi trading, Anda juga perlu menguasai kecerdasan emosi dan kebijaksanaan mengendalikan nafsu.

1. Efek the winning thrill pada otak

Ketika Anda mengalami kemenangan, apalagi berturut-turut, otak turut bekerja dengan senyawa-senyawa neurotransmiter-nya. Dopamin, senyawa yang bertanggung jawab atas timbulnya perasaan bahagia, bangga, dan semangat, memberikan kepuasan bagi Anda ketika menang.  Uniknya, dopamin ini turut bekerja pada area otak yang sama dengan munculnya adiksi atau ketergantungan. The winning thrill seolah menjadi candu dan Anda sulit menghentikan gairah untuk terus mencoba demi mengalaminya kembali.

2. Kehilangan pertimbangan obyektif dalam trading

Sebagai lanjutan dari rasa ketergantungan akan kemenangan, Anda mulai kehilangan pegangan. Dalam hal ini, Anda semacam melihat sebuah pola yang Anda yakini sebagai jalan utama untuk rentetan kemenangan selanjutnya. Masalahnya, pola ini sebenarnya semu dan Anda cenderung memilih atas dasar pembenaran karena dianggap sebagai formula baku kemenangan sebelumnya dan berlaku mutlak. Kenyataannya, kondisi pasar begitu dinamis dan selalu ada faktor kesalahan, anomali maupun abnormalitas yang menjadikan prediksi tidak selalu seratus persen benar.

3. Menang dan kalah sama-sama manusiawi

Kembali ke sisi psikologi, mengalami kemenangan sekaligus kekalahan adalah sebuah fenomena alami pada setiap manusia. Sebuah penemuan menarik dari Teori Prospek menyimpulkan bahwa kebanyakan orang akan menghindari risiko ketika berhadapan dengan kesempatan mendulang profit. Sebaliknya, mereka akan lebih aktif dan giat berusaha jika tujuannya menghindari kerugian. Keputusan ini disebabkan karena menanggung kekalahan akan lebih menyakitkan, ketimbang kepuasan yang muncul ketika mereguk keuntungan. Naluri dasar ini pula yang berlaku bagi para trader dan mempengaruhi sisi emosional ketika mengambil keputusan trading.

 

Baca Juga  5 Tips Trading Saham dari Ellen May

Dalam menetapkan strategi trading, Anda tidak hanya berpatokan pada data-data teknikal. Namun, sisi psikologi dari trading juga perlu Anda selami. Bagaimanapun juga, pengalaman akan membentuk keterampilan trading Anda, termasuk menumbuhkan kebijaksanaan untuk tidak gegabah dalam melangkah.

 

Tinggalkan Balasan

kesalahan finansial

Kesalahan Finansial yang Pantang Dilakukan Orang Kaya

menjual saham berharga tinggi

4 Saham Perusahaan Rokok di Indonesia, Minat?