in

OVO akan Berkolaborasi dengan DANA

Grab sedang memperlebar sayap. Menurut laporan eksklusif pada Reuters, Grab sedang dalam tahap untuk menggabungkan OVO dengan DANA. Langkah ini akan menyebabkan turbulensi pada industri pembayaran digital Indonesia.

OVO adalah penyedia layanan pembayaran digital Grab di Indonesia. Dimiliki oleh konglomerat properti Indonesia, Lippo Group. OVO telah berkembang pesat melalui layanan pembayaran digital negara sejak pertama kali diluncurkan pada tahun 2017 lalu.

Tapi itu hal ini dinilai belum bisa mengalahkan Gopay, alat pembayaran digital milik Gojek. Peringkat oleh App Annie dan iPrice Group menunjukkan Gopay di puncak peringkat. Dan OVO tetap di tempat kedua, baik itu jumlah besar pengguna aktif bulanan maupun unduhan aplikasi di appstore maupun playstore.

Sementara itu, DANA telah berjuang dengan LinkAja, pembayaran digital milik pemerintah. Diterjemahkan dari laman Online Trading Asia, Para ahli menyatakan bahwa platform yang didukung Ant-Financial ini memainkan game yang menjanjikan, dengan fitur yang menautkan saldo akun ke akun game mereka.

OVO-DANA vs Gopay dari Gojek

Bersama-sama, OVO dan DANA pasti akan menimbulkan ancaman bagi tahta Gojek yang saat ini menduduki posisi pertama. Selain itu, Finance Asia menempatkan penilaian OVO dalam $ 2,9 miliar. Hal ini sudah termasuk jika ditambah popularitas DANA yang meningkat karena cashback besar. Hal ini bisa menjadi badai besar yang akan menyerang Gopay.

Baca Juga  Ekspansi ke Malaysia, ini yang Dialami GoJek

Tak hanya itu, SoftBank Jepang, pendukung utama Grab dilaporkan telah mendukung proposal ini. Sebelumnya, CEO Softbank Masayosho Son mengunjungi Jakarta pada bulan Juli, mengumumkan investasi $ 2 miliar yang akan datang ke negara tersebut melalui Grab.

Namun jalan menuju penggabungan ini tidak akan mudah. Peraturan di negara Indonesia mempersulit kepemilikan asing, kata Masayosho.

Industri e-wallet di Indonesia sendiri adalah bidang yang menjanjikan. Banyak dari 260 juta orang di negara ini tidak memiliki rekening bank. Tetapi negara ini memiliki catatan transaksi ponsel yang semakin meningkat di banyak bidang termasuk layanan keuangan, e-commerce, naik kendaraan dan pengiriman makanan.

Grab dan Gojek telah berjuang untuk mendapatkan gelar startup terbesar di Asia Tenggara. Grab yang berbasis di Singapura bernilai $ 14 miliar sedangkan Gojek yang berbasis di Indonesia sebesar $ 10 miliar.

Tinggalkan Balasan

Grab kitchen indonesia

Grab akan Meluncurkan Grab Kitchen di Indonesia

PB Djarum dihentikan

KPAI dan PB Djarum Berdamai, Audisi Bulutangkis Tetap Lanjut dengan Nama Baru