in

Cara Mendaftarkan Merek Dagang di Ditjen HKI (Part 2)

Mungkin, sebagian besar dari para pebisnis, terutama pemula, berpikir bahwa lebih baik menjalankan bisnis terlebih dulu, setelah itu barulah merek dagang didaftarkan ke lembaga terkait, dalam hal ini tentunya pada Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual (Ditjen HKI). Sebenarnya, ini adalah hal yang kurang tepat untuk dilakukan oleh seorang pebisnis. Persaingan bisnis yang begitu ketat, tentunya akan berpengaruh terhadap merek dagang Anda. Salah satu masalah yang sering muncul dalam hal merek dagang ini, adalah produk saingan muncul dengan merek yang sama.

Bisa dibayangkan jika hal ini terjadi pada Anda, dimana saat Anda baru saja memulai sebuah bisnis dan telah berjalan cukup baik, lalu tiba-tiba Anda mengetahui bahwa ternyata merek Anda sudah digunakan pebisnis lain dan sudah terdaftar merek dagangnya. Tentunya Anda tidak akan bisa meminta kembali merek Anda, karena orang lain sudah mendaftarkannya terlebih dulu ke Ditjen HKI. Nah, masalah seperti ini tidak diinginkan dalam perjalanan bisnis Anda bukan?. Oleh karena itu, jika pada artikel sebelumnya Anda telah menyimak ulasan tentang cara mendaftarkan merek dagang di Ditjen HKI, kali ini PikiranTrader akan kembali mengulas pada part 2. Berikut ulasannya;

Baca Juga  Awas! Ini Hal-hal Sepele yang Membuat Investasi Anda Kacau!

4. Pemeriksaan Formalitas dan Pemeriksaan Substantif

Pemeriksaan Formalitas Pertama adalah diperiksanya kelengkapan persyaratan registrasi merek tertentu. Pastikan Anda sudah melengkapi seluruh persyaratan yang diminta oleh Ditjen HKI, karena jika ada syarat yang kurang lengkap, maka pihak Ditjen HKI akan meminta kelengkapannya dalam waktu 2 bulan, sejak surat permintaan pertama diterima. Kemudian pemeriksaan Substantif yaitu dalam jangka waktu satu bulan, terhitung sejak tanggal penerimaan permohonan registrasi merek tersebut diterima Ditjen HKI. Biasanya pemeriksaan Substantif dilakukan oleh pihak terkait paling lama Sembilan bulan.

Baca juga: Cara Meningkatkan Penjualan dengan Teknik Perceived Value (Part 2)

5. Pengajuan Keberatan

Setelah disetujui, 10 hari setelahnya Ditjen HKI akan mengumumkan permohonan tersebut dalam sebuah berita resmi merek. Pengumuman akan berlangsung selama tiga bulan. Pastikan Anda selalu mengecek secara berkala mengenai hal ini. Apabila pihak pemohon merasa keberatan, pemohon dapat mengajukan keberatan secara tertulis kepada Ditjen HKI paling lama dua bulan sejak tanggal penerimaan salinan keberatan.

6. Pemeriksaan Kembali

Apabila pemohon pendaftaran merek ini, mengajukan keberatan, maka Ditjen HKI akan menggunakan keberatan tersebut sebagai pertimbangan untuk kembali mengadakan pemeriksaan terhadap pemohon. Pemeriksaan ini biasanya diselesaikan dalam jangka waktu paling lama dua bulan sejak berakhirnya masa pengumuman. Jika tidak ada masalah dalam tiap prosesnya, Ditjen HKI akan menerbitkan dan memberikan Sertifikat merek kepada pemohon atau kuasanya dalam waktu paling lama tiga puluh hari sejak tanggal permohonan tersebut disetujui untuk berada dalam daftar umum merek.

Baca Juga  10 Trader Terbaik di Indonesia

Baca juga: Sayembara Desain Ibu Kota Baru Dibuka, Begini Kriterianya!

Demikian beberapa langkah yang harus Anda tempuh saat hendak mendaftarkan merek dagang sendiri. Sepertinya tampak rumit dan membutuhkan waktu yang cukup lama, namun tentunya di saat Anda akan menjalankan bisnis, Anda menginginkan bisnis yang dapat berjalan untuk jangka waktu yang lama pula, bukan? Oleh sebab itu, perencanaan awalnya, termasuk pendaftaran merek ini menjadi hal yang sangat penting untuk kelangsungan bisnis Anda. Semoga membantu.

Tinggalkan Balasan

target keberhasilan trader

Pantang Kecewa, 3 Hal yang Harus Anda Hindari Saat Trading!

forex market pelaku

Pelaku Forex Market. Siapa Saja? (Part 2)