in

Hati-Hati Dengan Bandar Saham! Yuk, Lebih Mengenal Bandarmologi (Part 1)

hati-hati dengan bandar saham

Saham ada bandarnya? Dalam dunia pasar modal, rupanya sering sekali ditemukan bandar saham. Kira-kira apa itu bandar saham dan bagaimana mereka melancarkan aksinya? Artikel kali ini kan membahas mengenai bandarmologi.

Baca juga: BBCA Dikabarkan Akan Melakukan Stock Split Tahun 2020

Apa itu bandarmologi?

Dalam dunia pasar saham, kamu pasti sudah mengetahui analisis teknikal dan analisis fundamental.  Nah, rupanya terdapat satu jenis lagi analisis investasi yang sering digunakan di Indonesia, yakni analisis bandarmologi.

Dikutip dari bigalpha.id, Secara harfiah bandarmologi terdiri dari dua kata, yaitu Bandar dan Logi atau Logos. Bandar yang artinya orang punya kemampuan untuk mengendalikan suatu aksi (gerakan) secara sembunyi-sembunyi dan Logos yang artinya ilmu.

Jadi, jika diartikan bandarmologi merupakan suatu ilmu yang mempelajari pergerakan pihak tertentu dalam mengendalikan pasar saham secara sembunyi-sembunyi.

Para bandar ini tentu memanfaatkan ketidaktahuan atau kepolosan dari investor yang latah untuk membeli atau menjual sahamnya tanpa mengetahui fundamental perusahaan tersebut.

Faktanya, bandarmologi ini bisa dideteksi dan dipelajari secara terang-terangan. Pasalnya data dan pola pembelian saham di bursa yang terbuka untuk umum.

Baca Juga  Fakta Dibalik Tutupnya Ritel Giant

Baca juga: Pelaku Pasar Saham, Simak Cara Cuan Ketika Bull and Bear! (Part 1)

Ciri-Ciri Bandar

Bandar saham biasanya juga disebut dengan “market maker”. Di Indonesia, market maker diberikan kekuasaan untuk berlenggak lenggok dengan bebasnya. Hal ini sangat berbanding terbalik dengan beberapa negara yang memberikan lisensi kepada market maker sehingga proses pendaftarannya menjadi cukup ketat.

Dikutip dari bigalpha.id,  terdapat dua karakteristik bandar yang perlu kamu ketahui, yakni:

Kapasitas modal yang besar

Seorang bandar saham harus memilikikapasitas modal yang besar. Pasalnya sebenarnya tugas utama mereka adalah membangun persepsi bahwa suatu saham sedang memiliki potensi cuan di masa mendatang.

Nah, untuk mewujudkan hal tersebut, bandar harus memiliki “Umpan” yang dilemparkan untuk memancing investor lain masuk ke saham tertentu dengan jumlah yang tidak sedikit.

Bandar harus mempunyai kontrol yang cukup besar dari total kepemilikan saham publik di suatu perusahaan tertentu,

Baca juga: Investasi Sepatu Sneakers, Apa Bisa?

Tidak semua saham bisa dikendalikan

Saham yang tidak bisa dimainkan oleh bandar datang dari perusahaan yang memiliki kapitalisasi pasar yang besar. Contohnya seperti Astra International atau pun HM Sampoerna. Alasannya adalah jika kapitalisasinya semakin besar, maka umpan yang diperlukanpun juga semakin besar.

Baca Juga  Investasi Emas Jauh Lebih Menguntungkan, Benarkah?

Dengan kata lain pergerakan harga saham yang memiliki kapitalisasi yang besar bisa dikatakan murni dari pergerakan mekanisme pasar.

Untuk artikel selanjutnya kita akan mempelajari bagaimana para bandar ini melancarkan aksinya dan bagaimana tipsnya agar kita tidak masuk jebakan bandar saham.

Tinggalkan Balasan

Jam Buka Pasar Trading Forex Sesi Eropa

Jam Buka Pasar Trading Forex Sesi Eropa

emas

Butuh Dana Cepat, Lebih Baik Jual atau Gadai Emas?