in

Hati-Hati Dengan Bandar Saham! Yuk, Lebih Mengenal Bandarmologi (Part 2)

hati-hati dengan bandar saham

Pada artikel sebelumnya kita telah membahas mengenai pengertian bandarmologi dan kriteria bandar saham. Nah, kali ini, dikutip dari bigalpha.id, kita akan mengulik lebih lanjut bagaimana seorang bandar saham bekerja dan tips agar kita bisa terhindari dari jebakan bandarmologi.

Baca juga: Investasi Sepatu Sneakers, Apa Bisa?

Bagaimana Bandar Saham Beraksi?

Pada dasarnya bandar-bandar saham ini melakukan aksinya dalam dua fase. Yaitu fase akumulasi dan fase distribusi.

Fase Akumulasi

Fase ini dimulai saat si bandar membeli suatu saham dalam rangka menaikkan harga dalam jangka pendek. Dengan kata lain, dalam fase ini bandar  melemparkan umpan ke pasar.

Trik yang dilakukan bandar untuk fase pertama yaitu membeli saham dengan harga yang rendah. Saat mengumpulkan saham dengan harga murah, bandar membeli dengan sedikit-sedikit agar tidak menimbulkan kenaikan yang signifikan.

Bahkan, pada beberapa kasus, bandar juga dapat menyebar isu negatif dengan tujuan harga saham perusahaan turun ke titik terendahnya.

Nah, saham yang sudah dibeli secara perlahan akan berefek pada kenaikan harga di suatu saham. Pada tahap ini, isu bahwa saham sedang bagus akan diterima oleh investor ritel.

Baca Juga  3 Jenis Bisnis Waralaba Makanan Jepang yang ada di Indonesia

Target utamanya di sini tentu investor yang tergoda untuk mendapatkan cuan dalam wangktu yang singkat.

Baca juga: Kenali October Effect, Apakah Saatnya Borong atau Jual Saham?

Pembelian saham sedikit demi sedikit akan mengakibatkan kenaikan secara bengasur. Sehingga terlihat seperti seolah-olah “digerakkan” secara alami oleh mekanisme pasar. Kenaikan harga ini akan menarik perhatian investor untuk berinvestasi.

Cara ini terbukti efektif untuk mengelabui pasar. Tidak sedikit investor yang tertarik untuk ikut membeli saham yang sedang ‘digoreng’ para bandar.

Dikutip dari bigalpha.id, fomena ini sering disebut sebagai dumb money, atau sekumpulan investor yang tidak memahami saham yang ia beli. Dumb money cenderung hanya sekadar mengikuti pergerakan pasar.

Jadi, dumb money merupakan hasil dari investor yang latah. Ikut masuk karena takut ketinggalan trend. Begitu juga terburu-buru menjual saham karena takut rugi.

Ketika harga sudah tinggi dan mencapai target yang diinginkan maka Bandar akan mulai masuk ke fase kedua yaitu fase distribusi.

Fase Distribusi

Selanjutnya fase distribusi, dimana bandar melepas kembali saham yang sudah dibeli ke bursa untuk mengembalikan atau menurunkan harga saham suatu perusahaan yang sudah naik dalam beberapa waktu terakhir.

Baca Juga  Investasi Bodong, Masyarakat Indonesia Rugi Banyak

Dan pada akhirnya, saat fase distribusi selesai, maka saham akan berada pada harga terendah yang mana merupakan harga saham sesungguhnya.

Baca juga: Pelaku Pasar Saham, Simak Cara Cuan Ketika Bull and Bear (Part 2)

Tips agar terhindar dari bandar saham

1. Berpegang teguh pada fundamental

Suatu kinerja perusahaan pasti tidak akan menghianati harga sahamnya. Jadi mulailah belajar untuk menganalisa fundamental suatu perusahaan. Temukan dan pelajari perusahaan yang ingin kamu beli.

2. Beli saham dengan kapitalisasi besar.

Ada baiknya jika hanya fokus pada saham blue chip yang mana berkapitalisasi besar. karena seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, perusahaan kapitalisasi besar sangat sulit dijangkau oleh bandar saham. Intinya, hindari saham-saham IPO atau gorengan yang gampang dimainkan oleh bandar.

3. Jangan tergoda dengan keuntungan jangka pendek.

Pasar modal bukanlah tempat untuk menjadi kaya dalam waktu singkat. Butuh proses dan kesabaran.

Nah, itu dia ulasan mengenai bandarmologi. semoga kamu tidak termasuk dalam dumb money, ya!

Baca Juga  4 Alokasi Tepat Pengeluaran Dana THR

Tinggalkan Balasan

REVIEW BROKER: Juno Markets (Juno Markets Ltd)

REVIEW BROKER: Juno Markets (Juno Markets Ltd)

emas

Hendak Investasi Emas? Begini Cara Membedakan Emas Asli atau Palsu