in

Mengenal Lebih Dalam Serba-serbi Inflasi

investasi yang tidak terpengaruh inflasi

Kita pastinya pernah merasakan kenaikan harga kebutuhan pokok maupun barang-barang di pasar secara terus menerus. Lonjakan harga kebutuhan pokok tersebut disebabkan oleh beberapa hal, misalnya saja komoditas cabe yang mahal, karena musim kemarau panjang sehingga produksi turun. Sementara permintaan masyarakat cukup tinggi. Alhasil, kenaikan harga cabai inipun sering diberitakan oleh media, sebagai penyumbang inflasi Negara. Lalu sebenarnya, apa sih inflasi itu? Kali ini PikiranTrader akan membahas lengkap serba serbi inflasi dari berbagai sumber untuk Anda. Berikut ulasannya;

1. Definisi 

Dikutip dari laman resmi Bank Indonesia (BI), inflasi secara sederhana diartikan sebagai kenaikan harga secara umum dan terus menerus dalam jangka waktu tertentu. Kenaikan harga dari satu atau dua barang saja tidak dapat disebut inflasi, kecuali bila kenaikan itu meluas (atau mengakibatkan kenaikan harga) pada barang lainnya. Nah kebalikannya disebut deflasi.

Naiknya harga barang dan jasa tersebut menyebabkan turunnya nilai uang. Dengan demikian, inflasi dapat juga diartikan sebagai penurunan nilai uang terhadap nilai barang dan jasa secara umum. Indikator yang sering digunakan untuk mengukur tingkat inflasi adalah Indeks Harga Konsumen (IHK). Yakni indeks yang menghitung rata-rata perubahan harga dari suatu paket barang dan jasa yang dikonsumsi oleh rumah tangga dalam kurun waktu tertentu. Perubahan IHK dari waktu ke waktu menggambarkan tingkat kenaikan (inflasi) atau tingkat penurunan (deflasi) dari barang dan jasa. Penentuan barang dan jasa dalam keranjang IHK dilakukan atas dasar Survei Biaya Hidup (SBH) yang dilakukan BPS.

Baca Juga  Milenial Sering Kehabisan Uang, Benarkah?

Baca juga: Inflasi Agustus 2019 Diangka 0,15 %, Ini Sebabnya!

Kemudian BPS akan memonitor perkembangan harga dari barang dan jasa tersebut secara bulanan di 82 kota seluruh Indonesia, di pasar tradisional dan modern terhadap beberapa jenis barang atau jasa di setiap kota. Inflasi yang diukur IHK dikelompokkan ke 7 kelompok pengeluaran, yakni: Kelompok bahan makanan, Kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau, Kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar, Kelompok sandang, Kelompok kesehatan, Kelompok transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan, serta Kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga.

Kenaikan harga barang atau jasa secara kontinyu dapat membuat daya beli masyarakat turun. Gaji atau penghasilan yang mereka dapat tidak akan cukup membeli kebutuhan hidup. Sebagai contoh biasanya emak-emak bisa membeli 1 kg cabai, begitu harga cabai melonjak, mereka mengurangi pembelian jadi setengah kilo saja. Biasanya inflasi di Indonesia akan tinggi menjelang Hari Raya Idul Fitri, Idul Adha, atau terganggunya produksi akibat cuaca, dan momen lainnya. Kalau tidak ada upaya dari pemerintah, inflasi tersebut akan cenderung bergerak tak terkendali.

Baca Juga  Faktor Percepatan Pemulihan Ekonomi, Apa Saja?

2. Jenis-jenis 

a. Inflasi dilihat dari tingkat keparahan.

  • Ringan. Kenaikan harga barang masih di bawah angka 10% dalam setahun
  • Sedang. Kenaikan harga hingga 30% per tahun
  • Tinggi. Kenaikan harga barang atau jasa berkisar 30%-100%
  • Hiperinflasi. Kenaikan harga barang melampaui angka 100% per tahun. Dalam situasi tersebut, kebijakan fiskal dan moneter dari otoritas seringkali tak memberi dampak signifikan.

b. Inflasi berdasarkan asalnya, dapat digolongkan menjadi 2, yaitu:

  • Inflasi yang berasal dari domestik (domestic inflation). Penyebabnya meningkatnya jumlah uang beredar di masyarakat, kenaikan harga barang atau jasa, permintaan masyarakat tinggi, suplai terganggu atau terbatas, biaya produksi naik, dan masih banyak lainnya.
  • Inflasi yang berasal dari luar negeri (imported inflation). Penyebabnya harga barang-barang impor atau yang berasal dari luar negeri semakin mahal karena kenaikan harga di negara asalnya.

Baca juga: Opsi Investasi Emas, Pilih Batangan atau Perhiasan?

3. Faktor Penyebab Terjadinya

Kenaikan harga barang terus menerus atau inflasi terjadi bukan tanpa sebab. Secara umum, ada beberapa faktor penyebab terjadinya inflasi, antara lain:

  • Meningkatnya jumlah permintaan atau demand pada suatu jenis barang tertentu. Saat permintaan naik, namun stok atau suplai terbatas, pasti akan terjadi lonjakan harga.
  • Biaya produksi sebuah barang atau jasa mengalami kenaikan. Hal ini disebabkan karena terjadi peningkatan harga bahan baku maupun upah pekerja. Dari situlah, produsen akan mengambil tindakan mengerek harga jual barang atau jasa.
  • Saat jumlah uang yang beredar di masyarakat cukup tinggi. Ketika jumlah uang yang ada di masyarakat meningkat hingga dua kali lipat, harga barang pun akan mengalami peningkatan yang setara. Hal ini disebabkan karena kenaikan daya beli masyarakat, tetapi stok barang tetap statis.

Tinggalkan Balasan

keuangan pernikahan

Berencana Menikah 3 Tahun Lagi? Simak Deretan Saham yang Menjanjikan Ini!

REVIEW BROKER Exness (Exness Limited)

REVIEW BROKER: Exness (Exness Limited)