in

Mengenal Lebih Dalam Serba-serbi Inflasi (Part 2)

investasi yang tidak terpengaruh inflasi

Tentu saja dari kenaikan harga sembako, kebutuhan pokok, maupun barang atau jasa lain, sejumlah pihak dirugikan, seperti pedagang kecil dan konsumen. Dampak besar dari inflasi yang liar dapat mempengaruhi perekonomian suatu negara. Tak heran, pemerintah bakal mati-matian menjaga laju inflasi agar tetap terkendali. Jika pada artikel sebelumnya kita telah membahas serba-serbi inflasi, kali ini PikiranTrader akan kembali mengulas pada part 2. Penasaran? Simak ulasannya berikut ini;

4. Cara Menghitung Tingkat Inflasi

Inflasi di suatu negara dapat dihitung berdasarkan Indeks Harga Konsumen (IHK), Indeks Biaya Hidup, dan Indeks Harga Produsen. Rumus menghitung inflasi berdasarkan IHK adalah: Pit adalah harga barang pada periode tertentu, Qit adalah bobot barang pada periode tertentu, Pio adalah harga barang pada periode dasar, dan Qio adalah bobot barang pada periode dasar. Setelah mendapatkan nilai IHK, baru nilai inflasi dapat diketahui dengan menggunakan rumus:

Inflasi = (IHK periode 1- IHK periode 2) / IHK periode 2) x 100

Dengan menggunakan rumus tersebut, nilai inflasi dalam suatu negara dapat diketahui dengan tepat. Jadi, saat nilai inflasi berada pada tingkat yang melebihi target, pemerintah dan Bank Indonesia (BI) dapat mengambil langkah tepat agar inflasi tidak semakin memburuk.

Baca Juga  Ingin Bisnis Tanaman Hias? Berikut Tipsnya

Baca juga: Mengenal Lebih Dalam Serba-serbi Inflasi

5. Dampak Inflasi Terhadap Perekonomian

Inflasi memiliki dampak cukup signifikan bagi perekonomian suatu negara. Beberapa dampak tersebut antara lain:

  • Inflasi dapat menggerus daya beli masyarakat. Kalau daya beli turun, masyarakat jadi irit belanja. Padahal motor penggerak ekonomi Indonesia masih ditopang konsumsi masyarakat. Jika masyarakat mengurangi belanja, otomatis pertumbuhan ekonomi nasional akan bergerak ke lambat atau stagnan, bahkan lebih rendah.
  • Inflasi tentu saja merugikan konsumen karena gaji atau penghasilan stagnan, tapi pengeluaran atau belanja membengkak lantaran kenaikan harga barang atau jasa yang menjadi kebutuhan utama.
  • Inflasi juga mempengaruhi kemampuan ekspor sebuah negara. Akibat inflasi, biaya ekspor jadi lebih mahal dan daya saing produk ekspor menurun. Akhirnya devisa jadi berkurang.
  • Inflasi akan mengurangi minat orang menabung di bank. Penyebabnya bunga simpanan tabungan yang kecil tergerus inflasi. Apalagi menabung di bank juga mengeluarkan biaya administrasi setiap bulan, sehingga bunga yang diperoleh nasabah makin minim, bahkan nyaris tak terasa.
  • Inflasi dapat mempengaruhi kestabilan mata uang rupiah. Kestabilan kurs rupiah mengandung dua aspek, yakni kestabilan nilai mata uang terhadap barang dan jasa, serta kestabilan terhadap mata uang negara lain.
Baca Juga  Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 1,9 Persen, Ramal BI

Aspek pertama tercermin pada perkembangan laju inflasi, sementara aspek kedua berkaca pada perkembangan kurs rupiah terhadap mata uang negara lain.

6. Peran Pemerintah, BI, dan Masyarakat dalam Mengatasi Inflasi

Dalam mengatasi laju inflasi, biasanya pemerintah dan BI memiliki target tahunan. Tahun ini, inflasi dijaga pada level 3,5 plus minus 1%. Otoritas fiskal dan moneter ini bersinergi dengan mengeluarkan jurus-jurus pengendalian inflasi. Sebagai contoh, pertama sinergi 4K, yakni keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan koordinasi komunikasi yang efektif. Kedua, adaptasi dalam inovasi, dan ketiga, pengembangan bisnis model kerja sama perdagangan antar daerah, serta strategi lainnya.

Masyarakat juga dapat berperan dalam menjaga inflasi. Salah satunya tidak berlebihan atau memborong sembako. Misalnya saat produksi bawang putih merosot, harga melonjak, kemudian masyarakat panik dan akhirnya membeli dalam jumlah banyak. Alibinya takut kehabisan. Padahal cara tersebut justru dapat mendongkrak kenaikan harga lebih tinggi karena permintaan besar. Jadi bijaklah dalam berbelanja karena pemerintah dan BI akan berupaya keras untuk menjaga inflasi sesuai target.

Baca Juga  Menkeu: Kesetaraan Gender Tidak Hanya dari Sisi Moralitas

Baca juga: Quotes Motivasi yang Dapat Menambah Semangat Sukses Anda (Part 2)

Nah itulah beberapa pembahasan dari serba-serbi Inflasi. Masalah inflasi bisa datang kapan saja. Namun, jika pengelolaan keuangan berdasarkan ilmu akuntansi dilakukan dengan baik, inflasi akan teratasi lebih cepat dan tepat. Semoga ulasan PikiranTrader kali ini membantu ya.

Tinggalkan Balasan

Alasan Broker Properti Online Harus Punya Website Pribadi (Part 2)

Yuk, Kenali Keuntungan Lewat Investasi Cendotel !

Bos Gojek Indonesia Dipanggil Jokowi, Jadi Menteri Apa?

Bos Gojek Indonesia Dipanggil Jokowi, Jadi Menteri Apa?