in

6 Kesalahan Penempatan Investasi Jiwasraya menurut BPK

Saham BUMN Gorengan
Jiwasraya (C)shutterstock

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengumumkan bahwa kerugian PT Asuransi Jiwasraya adalah sekitar Rp10,4 trilun dari transaksi saham dan reksadana (08/01).

Ketua BPK, Agung Firman Sampurna, mengatakan ada investasi yang tidak sesuai ketentuan, antara lain investasi di saham perusahaan dengan kualitas rendah. Dari Kontan.co.id, Beberapa kesalahan penempatan investasi saham dan reksadana yang dilakukan Jiwasraya adalah:

Kesalahan Penempatan Investasi Jiwasraya

Ada potensi Jiwasraya menghadapi risiko gagal bayar atas investasi pembelian medium term notes milik PT Hanson Internasinal Tbk (MYRX). Total pembelian MTN perusahaan yang mayoritas sahamnya dikuasai Benny Tjokrosaputro itu sebesar Rp 680 miliar. BPK menilai investasi MTN MYRX ini kurang memperhatikan aspek legal karena tidak tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI)

  1. BPK juga menilai penempatan dana Jiwasraya  di saham PT Trikomsel Oke Tbk (TRIO), PT Sugih Energy Tbk (SUGI), PT Eureka Prima Jakarta Tbk (LCGP) tidak berdasarkan kajian dan analis yang memadai. Manajemen Jiwasraya tidak mempertimbangkan kinerja keuangan emiten-emiten itu yang merugi.
  2. Menurut BPK, Jiwasraya  juga diketahui menempatkan dana di 14 reksadana dengan underlying saham PT Inti Agri Resources Tbk (IIKP).  Investasi ini melebihi batas maksimal penempatan pada saham atau reksadana dalam satu saham. Atas aksi ini ada potensi kerugian Jiwasraya sebesar Rp 601,88 miliar.
  3. Jiwasraya juga memiliki portfilio saham PT PP Properti Tbk (PPRO) senilai Rp 1,03 triliun pada Januari 2018.  Hanya saja, pada 10 Oktober 2019, saham PPRO merosot menjadi hanya Rp 473,21 miliar
  4. Jiwasraya juga memiliki saham PT Semen Baturaja Tbk (SMBR) senilai Rp 3,46 triliun di Januari 2018. Dan, pada 10 Oktober 2019, nilainya turun menjadi Rp 2,09 triliun
  5. BPK juga menilai Jiwasraya kurang optimal dalam melakukan pengawasan reksadana yang dimiliki dan ada pula penempatan saham secara tidak langsung melalui manajer investasi yang berkinerja kurang baik.  Dari dokumen yang didapat kontan.co.id, Jiwasraya menggandeng 14 manajer investasi dalam penempatan dana invetasi di reksadana.
Baca Juga  Indonesia Tak Asing dengan Generasi Sandwich

Baca juga: Alami Tekanan Likuiditas, Ini Cara BUMN Selamatkan Jiwasraya

Tetap Teguh Pada Rencana Trading Saat Menang

REVIEW BROKER: PT Valbury Asia Futures (VAF)

REVIEW BROKER: PT Valbury Asia Futures (VAF)