in

Rilis Data Fundamental yang Perlu Diperhatikan dalam Trading EUR/USD

Rilis Data Fundamental yang Perlu Diperhatikan dalam Trading EUR/USD

Pasar menjadi sensitif dengan perkembangan data fundamental yang sedang menjadi isu. Dengan motivasi memperoleh profit yang lumayan dan agak bersifat spekulatif, trader biasanya akan masuk pasar pada saat rilis data non farm payrolls Amerika Serikat dan pengumuman tingkat suku bunga The Fed atau BoE.

Rilis Data Fundamental dalam Trading EUR/USD

Berikut rilis data fundamental yang berdampak langsung dan harus dicermati saat kita trading EUR/USD:

1. FOMC rate decision

Sering disebut FOMC statement atau pengumuman kebijakan bank sentral Amerika Serikat, termasuk diantaranya suku bunga acuan. Jika The Fed menaikkan suku bunga US Dollar akan menguat, dan sebaliknya.

2. Data Non Farm Payrolls (NFP) Amerika Serikat,

Adalah yang merilis jumlah tenaga kerja baru di luar bidang kerja pertanian. Dirilis setiap bulan di hari Jumat minggu pertama, data ini sangat berdampak langsung pada nilai US Dollar dan yang selalu ditunggu para trader. Biasanya jika rilis aktual lebih besar dari prediksi (forecast), maka US Dollar akan menguat, dan sebaliknya.

Baca Juga  Update Harga Kurs Rupiah dan Kurs Dollar: 10 Januari 2020

3. FOMC meeting minutes

Laporan hasil pertemuan para anggota FOMC yang sudah diadakan dua minggu sebelumnya. Notulen ini biasanya diharapkan akan memberi gambaran tentang tingkat suku bunga The Fed yang akan datang. Jika tingkat suku bunga cenderung akan naik, US dollar akan menguat dan sebaliknya.

4. ECB rate decision

Pengumuman tingkat suku bunga dari ECB (European Central Bank) yang dijadwalkan tiap bulan ini tentu saja akan berdampak langsung pada nilai Euro. Jika hasil rilis lebih besar dari prediksi, maka Euro akan menguat, dan sebaliknya.

5. IFO business climate survey

Adalah index komposit yang didasarkan pada hasil survey dari berbagai manufaktur, building, distributor besar, dan pedagang eceran yang merupakan indikator keadaan ekonomi Jerman sebagai negara terbesar perekonomiannya di zona Euro. Jika hasil rilis lebih besar dari prediksi Euro, maka akan menguat dan sebaliknya.

6. European trade balance

Juga sering disebut neraca perdagangan zona Euro. Jika hasil rilis defisit, maka nilai Euro akan melemah; sebaliknya jika hasilnya adalah peningkatan surplus, maka Euro akan menguat.

Baca Juga  Gara-gara Corona, FLS 2020 Harus Digelar Online

7. German unemployment

Adalah tetang data pengangguran di Jerman. Indikator yang dirilis setiap bulan ini bisa dianggap sebagai gambaran tingkat pengangguran secara keseluruhan di zona Euro. Hasil rilis yang lebih kecil dari prediksi akan berdampak postif pada nilai Euro, dan sebaliknya.

8. European GDP: Gross Domestic Product

Adalah hasil output produksi sebagai indikator pertumbuhan ekonomi suatu kawasan. Jika hasil rilis lebih besar dari prediksi, maka nilai Euro akan menguat, dan sebaliknya. Selain itu, perlu dicermati juga momen-momen pidato dari para petinggi bank sentral, baik dari Federal Reserve (The Fed) selaku bank sentral AS, maupun ECB. Isi pidato-pidato tersebut bisa berdampak langsung pada nilai Euro, khususnya pada pasangan mata uang EUR/USD.

Selain rilis data fundamental di atas, trader juga perlu mencermati momen-momen pidato dari para petinggi bank sentral. Baik dari Federal Reserve (The Fed) maupun ECB.

harga kurs Rupiah

Update Harga Kurs Rupiah dan Kurs Dollar: 18 Februari 2020

harga kurs Rupiah

Update Harga Kurs Rupiah dan Kurs Dollar: 19 Februari 2020