in

Perbedaan Teknik Scalping dengan Teknik Trading Lainnya

trading saat volatilitas tinggi
Ilustrasi trading forex (C) DIDIMAX

Mayoritas trader forex akan membiarkan posisi trading terbuka dalam waktu yang lama. Ini mereka lakukan guna mencari keuntungan yang besar, yaitu 20 hingga 1000 pips. Sedangkan jika menggunakan teknik scalping, trader hanya mengincar keuntungan kecil dan dalam waktu yang tidak lama. Itulah perbedaan trading dengan teknik scalping dan teknik lainnya.

Scalper (trader yang menggunakan teknik scalping) memerlukan ketepatan dan tingkat konsentrasi yang tinggi untuk mendapat keuntungan di pasar forex yang bergerak dengan cepat.

Cara Trading dengan Teknik Scalping

Untuk mengaplikasikan strategi Scalping, scalper perlu memperhatikan empat faktor:

  1. Pastikan komputer terhubung dengan koneksi internet yang handal (tidak mudah putus atau lambat), karena strategi Scalping mengutamakan kecepatan dan presisi eksekusi.
  2. Mendaftarlah ke broker forex yang memperbolehkan Scalping. Sebaiknya, broker tersebut bersistem ECN atau menggratiskan biaya komisi, dengan Floating Spread mulai dari 0 pips.
  3. Pilih mata uang yang memiliki volatilitas tinggi dan spread rendah. Biasanya Major Pair, seperti EUR/USD, USD/JPY, GBP/USD, dan AUD/USD.
  4. Susun sistem trading yang mampu berfungsi baik di timeframe rendah (antara M1-M30).
Baca Juga  Bagaimana Emosi Dapat Memengaruhi Trading Anda?

Terdapat banyak kombinasi indikator teknikal yang dapat dimanfaatkan untuk menjalankan strategi Scalping. Sebagai contoh adalah sistem yang mengombinasikan beberapa Moving Average.

Buka platform trading, pilih pasangan mata uang tertentu, lalu tentukan timeframe M1 (1 Menit). Misalnya EUR/USD, USD/JPY, atau AUD/USD. Pasang tiga indikator teknikal: Exponential Moving Average (EMA) dengan period 12, EMA dengan period 26, dan Simple Moving Average (SMA) dengan period 55. Selanjutnya, ikuti aturan berikut ini:

  • Buy jika ada EMA-26 dan SMA-55 melintasi SMA-55 dari bawah ke atas. Pasang Stop Loss di bawah swing low terakhir. Tutup posisi trading ini setelah profit 5-15 pips.
  • Sell jika ada EMA-12 dan EMA-26 melintasi SMA-55 dari atas ke bawah. Pasang Stop Loss di bawah swing high terakhir. Tutup posisi trading ini setelah profit 5-15 pips.

Dengan setting Moving Average ini, trader sudah mendapatkan tiga peluang trading dalam tempo kurang dari tiga jam antara 05:45-07:30. Apabila sistem ini dinilai kurang optimal, Anda dapat menyimak artikel Strategi Sederhana Untuk Scalping atau mengunduh buku Lima Strategi Trading Untuk Scalper untuk mengetahui bermacam-macam kombinasi indikator lainnya.

Baca Juga  3 Tips Agar Terbebas Dari Overtrade

Itulah perbedaan penerapan teknik scalping dengan teknik trading yang lainnya. Pastikan Anda selalu bergerak cepat dan konsentrasi penuh ketika menerapkan teknik ini.

Baca juga: Teknik Trading EUR/USD dengan Strategi London Breakout

harga kurs Rupiah

Update Harga Kurs Rupiah dan Kurs Dollar: 26 Februari 2020

Rupiah melemah

Masih Karena Corona, Rupiah Melemah ke 13.883