in , , ,

Rekomendasi Sektor Saham Saat Epidemi Corona

update IHSG

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sedang tertekan karena pandemik Corona yang terjadi. Diukur dari posisi awal tahun hingga penutupan pada Jumat 28 Februari, IHSG sudah merosot 13,44%. Kepala Riset PT Koneksi Kapital Alfred Nainggolan memperkirakan pergerakan IHSG pada minggu ini dipengaruhi oleh pasar global. Maka dari itu banyak pakar saham yang memberikan rekomendasi sektor saham untuk saat ini. Sektor saham tersebut adalah sektor perbankan dan telekomunikasi.

Rekomendasi Sektor Saham

Sektor perbankan dan telekomunikasi memiliki kapasitas kerja yang baik. Selain itu, sektor tersebut memiliki tingkat ketahanan yang  kokoh dalam menghadapi gejolak karena dasar emiten sektor tersebut sudah bagus.

Kinerja sektor perbankan sempat merosot minggu lalu. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) memiliki deklinasi sebesar 7,91% dan ditutup dengan level indeks 7.275 pada Jumat (28/2). Sedangkan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. (BBRI) terkoreksi 7,1% dan ditutup di level 4.190. Sementara itu PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) bisa berhasil bertahan pada perdagangan Jumat, namun tetap mengalami penurunan sebesar 4,91% dan memiliki harga saham sebesar Rp31.450 per lembar.

Baca Juga  Usai Pandemi, Ekonomi Eropa Mulai Bangkit

Untuk sektor telekomunikasi , PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. (TLKM) merangkak naik sebesar 0,58% dan ditutup di level 3.490. Perusahaan ini dinilai memiliki kinerja yang cukup baik dan memiliki margin sebesar Rp16,45 trilliun pada kuartal III tahun 2019. Pendapatan mereka naik sebesar 3,45% dari kuartal III tahun 2018.

Panin Sekuritas William Hartono menyatakan bahwa ketakutan akan pandemik Corona akan menimbulkan sentimen negatif pada pasar saham. Maka dari itu, ia merekomendasikan untuk terus memonitor index IHSG.

Masalahnya, faktor pengkatrol IHSG secara domestik ataupun global masih sangat terbatas. William menyarankan para pelaku saham untuk wait and see untuk melihat potensi rebound. Ia juga menyarankan untuk tidak mengoleksi saham-saham lapis dua atau tiga dan mengalihkan modal ke safe haven.

William menambahkan pengimplementasian aturan IMEI pada 18 April 2020 akan menjadi faktor peningkat nilai saham sektor telekomunikasi. Dia merekomendasikan saham PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA). Walaupun pada perdagangan minggu lalu kinerja ERAA memerah lebih dari 10%, perusahaan ini memiliki pondasi yang baik. Unjuk kerja dari perusahaan ini tercatat tumbuh 6,58% dan berharga Rp1.620 per lembar.

Baca Juga  Update Harga Kurs Rupiah dan Kurs Dollar: 4 Juni2020

 

Harga emas kembali meningkat

Harga Emas Global Tidak Stabil Karena Corona. Kenapa?

Broker Hybrid, Seperti Apa Itu?

Broker Hybrid (Kombinasi), Seperti Apa Itu?