in , ,

Mahasiswa Investasi? Pelajari Pilihannya

Investasi

Belakangan ini, banyak mahasiswa yang mencoba untuk investasi sembari berkuliah. Namun, kadang mereka terkadang tidak tahu model investasi apa yang kira-kira cocok untuk mereka. Banyak sekali produk investasi yang ditawarkan, namun terkadang investasi tersebut menjanjikan hasil yang tidak rasional. Oleh karena mahasiswa harus pintar-pintar menganalisa jenis investasi agar bisa selamat dari investasi bodong. Berikut adalah jenis investasi tersebut yang dilansir dari diskartes.com.

Investasi Low Risk untuk Mahasiswa

Untuk mahasiswa yang masih pertama kali melakukan investasi atau masih takut untuk melakukan investasi, sebaiknya memilih jenis investasi yang low risk. Investasi low risk jelas memiliki risiko yang lebih rendah, namun potensi keuntungannya pun juga rendah. Potensi keuntungan investasi low risk biasanya sekitar 10% ke bawah.

Pilihan investasi yang dapat dicoba adalah Emas, Deposito, Saving Bonds Ritel (SBR) dan Reksadana Pasar Uang.

  • Emas dan Deposito sebenarnya bukan suatu produk investasi, namun adalah produk tabungan yang digunakan untuk menghadapi inflasi yang bisa terjadi sewaktu-waktu.
  • Saving Bonds Ritel (SBR) adalah alternatif investasi low risk yang diterbitkan oleh pemerintah untuk membantu mengakomodasi anggaran negara. Karena kemungkinan pemerintah bangkrut sangat kecil, investasi ini adalah salah satu investasi yang paling aman.
  • Reksadana Pasar Uang adalah jenis investasi yang berkutat di instrumen pasar uang (Sertifikat Bank Indonesia, Deposito berjangka). Reksadana ini tidak ada biaya pembelian dan memiliki potensi penjualan yang lebih tinggi daripada rekening tabungan.
Baca Juga  Bagaimana Proporsi Investasi Emas yang Ideal?

Investasi High Risk 

Adapula tipe mahasiswa yang memiliki tipe investor agresif. Investor agresif memiliki target profit tinggi, namun risiko yang dihadapi juga tinggi. Investasi yang bisa dicoba jika anda adalah investor agresif adalah saham dan cryptocurrecy.

  • Saham adalah surat berharga kepemilikan suatu perusahaan. Modal yang dibutuhkan cukup tinggi, Rp 5.000.000, namun bisa langsung ikut di bursa efek. Namun, sebelum membeli saham ada baiknya mempelajari analisis fundamental saham dan analisis teknnikal.
  • Cryptocurrency adalah mata uang digital dan digunakan untuk transaksi virtual atau online. Modal yang dibutuhkan lebih rendah daripada saham, cukup dengan Rp.1000.000. Untuk mengurangi risiko rugi, pelajari risiko investasi dari cryptocurrency.
Jebakan Cryptocurrency

5 Jebakan di Cryptocurrency yang Pemula Harus Tahu

IHSG diprediksi merosot

Corona Menghantui, IHSG Diperkirakan Melemah