in , ,

4 Investasi Properti Profitable yang Harus Dicoba

Investasi Properti
Photo by Tierra Mallorca on Unsplash

Ketika melakukan investasi di bidang properti, banyak sekali faktor yang mempengaruhi kinerja properti tersebut. Tiap-tiap properti memiliki faktor yang berbeda-beda. Maka dari itu selain faktor lokasi, ada pula faktor-faktor lain yang akan mempengaruhi seberapa bagus kinerja investasi tersebut.

Artikel ini akan membahas jenis properti yang bakal menghasilkan profit berupa cashflow di masa depan. Artinya, investor akan mendapatkan pendapatan rutin tiap periode dari investasi ini.

Macam Investasi Properti

  1. Properti Working Space/Perkantoran

    Banyak sekali investor yang melakukan investasi pada working space/perkantoran. Alasannya adalah properti ini memiliki potensi paling besar dalam menghasilkan profit daripada properti yang lain. Terlebih jika lokasi gedung ada di tempat yang strategis dan ada di pusat bisnis menjadi salah satu faktor pendorong.Permintaan terhadap working space/perkantoran disebabkan oleh banyaknya perusahaan yang membutuhkan ruangan fungsional di kantor. Kantor membutuhkan ruangan yang memiliki fungsi bermacam-macam seperti administrasi, rapat, operasional, dan lainnya. Jadi seiring dengan berkembangnya kantor, permintaan akan working space akan semakin besar.Namun, jenis investasi ini juga memiliki beberapa kelemahan. Investor harus mempertimbangkan kondisi pasar karena gedung perkantoran sensitif terhadap kemampuan ekonmi suatu negara.

  2. Properti Ritel dan Perdagangan

    Jenis investasi properti ini memiliki bentuk yang bermacam-macam. Contoh dari properti ini adalah ruko dan mall. Faktor yang mempengaruhi permintaan akan properti ini adalah lokasi, tingkat pendapatan, dan kepadatan dan pertumbuhan penduduk. Dari sudut pandang ekonomi, properti ritel mempunyai performa terbaik di negara-negara berkembang, terutama saat perkembangan penjualan ritel meningkat.Investasi properti ritel juga mendapatkan keuntungan yang lebih stabil daripada investasi gedung perkantoran. Hal ini dikarenakan penyewaan untuk gedung ritel biasanya lebih lama daripada perkantoran. Penyewa ritel juga lebih jarang berpindah-pindah daripada penyewa kantor.

  3.  Properti Industri atau Manufaktur

    Untuk melakukan investasi di bidang ini, biaya operasional yang dibutuhkan biasanya lebih rendah daripada properti working space ataupun ritel. Investasi ini juga dapat mencakup berbagai macam bagian seperti lokasi distribusi, tempat penelitian, gudang, manufaktur, dan lain-lain.

    Hal yang harus dijadikan pertimbangan dalam memilih investasi ini adalah ketinggian langit-langit, lokasi yang berdekatan dengan dermaga atau rel. Kemampuan ruangan untuk memuat barang juga menjadi faktor yang krusial.

  4. Properti Rumah/Hunian Keluarga

    Jenis investasi terakhir dalam list ini adalah investasi rumah atau hunian keluarga. Investasi ini adalah investasi yang paling stabil, karena masyarakat selalu membutuhkan hunian. Properti ini dapat membagi biaya operasional antara penghuni dan pemilik. Kedua belah pihak dapat membuat kesepakatan dalam perjanjian sewa.

    Akan tetapi, jika investor tidak menerbitkan kesepakatan, resiko biaya operasional akan ditanggung oleh pemilik bangunan.

Baca Juga  Yuk, Kenali Keuntungan Lewat Investasi Cendotel !
Macam Cryptocurrency

3 Macam Cryptocurrency yang Wajib Diketahui

Jebakan Cryptocurrency

5 Jebakan di Cryptocurrency yang Pemula Harus Tahu