in

Apa Faktor yang Menyebabkan Rupiah Tembus Rp 16.000?

Apa Faktor yang Menyebabkan Rupiah Tembus Rp 16.000?

Dalam waktu 1 minggu ini naik turun nilai tukar rupiah menjadi pembahasan yang menarik. Hingga siang ini, Kamis (19/03/2020), nilai tukar rupiah terhadap Dolar AS tembus di angka Rp 16.000. Mengapa nilai tukar rupiah bisa menjadi terpuruk? Apa faktor yang menyebabkan rupiah tembus Rp 16.000?

Dari situs OJK, setahun ini memang pertumbuhan ekonomi Indonesia mengalami guncangan, baik dari sisi internal maupun dari sisi eksternal. Pelemahan Rupiah tidak bisa dilepaskan dari kondisi ekonomi yang terjadi di luar Indonesia.

Pelemahan nilai Rupiah dianggap menjadi penyebab meningkatnya harga barang-barang kebutuhan yang tidak diimbangi dengan adanya kenaikan gaji dari pemerintah.

Pelemahan nilai tukar Rupiah juga secara tidak langsung akan berpengaruh terhadap strategi investasi yang dilakukan oleh masyarakat. mengapa? karena beberapa instrument investasi sangat ditentukan oleh kurs Rupiah. Sebenarnya, ada 3 Faktor yang menyebabkan nilai tukar rupiah dengan USD tembus hingga Rp 16.000? Apa saja? simak ulasan berikut

1. Perekonomian Amerika Serikat yang meningkat

Setelah krisis keuangan yang terjadi di AS pada tahun 2008, pemerintah AS mulai memberlakukan beberapa kebijakan ekonomi untuk memperbaiki perekonomian mereka. Semenjak 2013 pemerintah AS melakukan kebijakan tapering off yaitu meningkatkan suku bunga negara yang membuat nilai Dollar menguat dan mengurangi supply di kancah global.

Baca Juga  Rupiah Kembali Layu ke Rp14.212

2. Turunnya harga komoditas ekspor

Tiga tahun terakhir kondisi perdagangan ekspor impor Indonesia mengalami tekanan berat yang disebabkan turunnya harga komoditas di pasar internasional. Kondisi ini berdampat besar terhadap Indonesia yang menggantungkan ekonominya dari ekspor komoditas dan membuat neraca perdagangan memburuk. Pada akhirnya kondisi ini menyebabkan Rupiah melemah.

3. Tingginya tingkat impor

Menurunnya nilai ekspor Indonesia berbanding terbalik dengan nilai impor yang semakin meningkat. Hal ini menjadi kesalahan konsumsi masyarakat yang lebih menyukai produk buatan luar negeri dibandingkan dengan produk buatan lokal.

Selain itu, masih tingginya impor bahan bakar minyak (BBM) di tengah kenaikan harga minyak dunia mengakibatkan subsidi yang diberikan pemerintah juga meningkat. Besarnya impor yang membutuhkan banyak Dollar sebagai alat pembayaran khususnya barang konsumsi berdampak pada pelemahan Rupiah.

Itulah 3 Faktor yang menyebabkan nilai tukar rupiah dengan USD tembus hingga Rp 16.000. Agar nilai tersebut tidak semakin meningkat? Apa yang harus kita lakukan? simak artikel selanjutnya.

 

harga kurs Rupiah

Update Harga Kurs Rupiah dan Kurs Dollar: 19 Maret 2020

IHSG Meroket

Trading Halt Terjadi Lagi di Perdagangan Hari Ini