in

Kegiatan Dunia Usaha Merosot Akibat Efek Corona

Kegiatan Dunia Usaha Merosot Akibat Efek Corona
Photo by Eka Sariwati on Unsplash

Menurut survei yang dilakukan Bank Indonesia (BI), kegiatan dunia usaha merosot akibat efek Corona yang terjadi di Indonesia. Dari hasil survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) yang dilakukan BI, nilai Saldo Bersih Tertimbang (SBT) sudah mengalami kemerosotan. Kemerosotan yang terjadi pada triwulan pertama tahun 2020 mencapai negatif 5,56 persen.

Menurut data yang dirilis oleh worldometers pada Senin (13/4) pukul 11.11 WIB, sudah terjadi lebih dari 1,8 juta kasus virus Corona di seluruh dunia. Jumlah pasien yang harus meregang nyawa akibat virus ini mencapai lebih dari 114 ribu pasien. Akan tetapi jumlah pasien yang sembuh juga mengalami peningkatan, yaitu sebanyak lebih dari 423 ribu pasien.

Kegiatan Dunia Usaha Merosot Akibat Efek Corona

Kemerosotan yang terjadi dinilai cukup besar karena pada triwulan keempat tahun 2019 nilai SBT berhasil tumbuh sebanyak 7,79 persen. Menurut keterangan BI yang dilansir dari CNNIndonesia, kegiatan dunia usaha merosot akibat virus Corona. Sektor yang terpengaruh antara lain adalah industri pengolahan, hotel dan restoran, perdagangan, pertambangan, dan lain sebagainya.

Baca Juga  Cara Orang Sukses Mengatur Keuangan Pribadi yang Harus Anda Tiru

BI juga menunjukkan fakta bahwa dengan adanya penurunan ini, kapasitas produksi dan penggunaan tenaga kerja di triwulan pertama 2020 juga mengalami kemerosotan. Walaupun adanya kemerosotan nilai, aspek likuiditas dan rentabilitas dinilai masih baik. Hal itu dikarenakan adanya akses kredit perbankan yang dinilai cukup normal.

BI memproyeksikan bahwa adanya optimisme terhadap pertumbuhan nilai SBT. Menurut responden survei yang dilakukan BI, kegiatan dunia usaha dinilai akan mengalami peningkatan pada triwulan kedua tahun 2020. Responden survei tersebut menyatakan bahwa nilai SBT dunia usaha di Indonesia akan mengalami peningkatan sebanyak 2,13 persen.

Jika dilihat dari sektor ekonomi, proyeksi peningktan nilai SBT akan berasal dari kegiatan usaha yang ada di sektor pertanian, peternakan, kehutanan, perkebunan, dan perikanan. Nilai SBT juga diperkirakan akan terus tumbuh sebanyak 1,5 persen dengan adanya panen padi di berbagai daerah di Indonesia.

Di sisi lain, responden survei juga memperkirakan bahwa sektor jasa BI juga akan tumbuh di kuartal kedua 2020. Pertumbuhan SBT sektor jasa SBI akan mengalami peningkatan sebanyak 1,32 persen.

Baca Juga  Apa Faktor yang Menyebabkan Rupiah Tembus Rp 16.000?
ekonomi Jakarta diproyeksikan merosot akibat PSBB

Ekonomi Jakarta Diproyeksikan Merosot Akibat PSBB

Bursa Asia kembali terperosok ke zona merah

Obral Saham Terjadi di Bursa Asia