in

Dolar Australia Merosot Dihadapan Rupiah

Dolar Australia Merosot Dihadapan Rupiah
Photo by QuinceCreative on Pixabay

Dolar Australia merosot dihadapan rupiah pada perdagangan hari ini, Kamis (30/4). Hal yang membuat nilai rupiah bangkit adalah adanya sentimen positif akan obat Corona yang dibuat oleh Amerika Serikat (AS).

Dolar Australia Merosot Dihadapan Rupiah

Dilansir dari CNBCIndonesia, pada pukul 09.32 WIB tadi, AU$1 dibanderol sebesar Rp9.806,46. Nilai dolar Australia harus merosot sebanyak 1,96 persen pada perdagangan pasar spot. Padahal sebelumnya, dolar Australia terus mengalami penguatan selama 6 hari belakangan ini dengan total penguatan sebanyak 2,72 persen dengan nilai diatas Rp10.000 per AU$. Padahal dolar Australia sedang mendapat sentimen positif yaitu pelonggaran lockdown di wilayah Australia.

Australia adalah salah satu negara dengan tingkat kematian terendah akibat virus Corona. Menurut data yang dirilis oleh worldometers, jumlah kasus virus Corona per pukul 11.14 WIB sebanyak 6.752 orang. Jumlah pasien yang meninggal akibat virus Corona ada 91 pasien dan yang sembuh ada sebanyak 5.715 pasien. Hal ini menunjukkan bahwa 85 persen dari jumlah pasien bisa sembuh dari virus Corona.

Baca Juga  Modal Awal Trading Forex

Hal ini membuat pemerintah Australia mulai melonggarkan lockdown di negara tersebut. Dengan dilonggarkannya lockdown, roda ekonomi Australia juga kembali berputar. Selain itu beberapa pantai di Australia juga mulai dibuka pada Selasa (28/4) kemarin.

Dengan berputarnya roda ekonomi Australia, nilai mata uang negeri Kanguru ini juga menguat. Total kenaikan yang dirasakan oleh dolar Australia ini sudah mencapai 18 persen. Akan tetapi penguatan tersebut sudah berhenti akibat penguatan mata uang rupiah.

Menguatnya rupiah tak lain karena adanya sentimen positif dari AS. Sentimen tersebut adalah obat virus Corona yang dibuat oleh Gilead Science sudah menunjukkan hasil yang positif. Hal ini membuat presiden AS Donald Trump menyuruh Administrasi Pangan dan Obat (FDA) untuk bergerak lebih cepat dalam menyetujui obat tersebut. FDA juga sudah berdiskusi dengan Gilead Science untuk membuat obat ini segera tersedia bagi pasien secepat dan setepat mungkin.

Dengan adanya hal ini, harapan pasar akan berakhirnya virus Corona semakin tinggi. Hal ini memberikan sentimen positif bagi pasar. Jika pasar bisa semakin membaik, maka rupiah juga bisa semakin kuat melawan mata uang asing lainnya.

Baca Juga  5 Jebakan di Cryptocurrency yang Pemula Harus Tahu

 

Harga Emas melonjak rekor

Harga Emas Global Stagnan karena The Fed

harga kurs Rupiah

Update Harga Kurs Rupiah dan Kurs Dollar: 30 April 2020