in ,

3 Kunci Penting Sebelum Membuka Bisnis Franchise

3 kunci penting sebelum memulai bisnis franchise

Bisnis franchise dikenal dengan bisnis resiko lebih rendah terhadap kegagalan investasi. Memang setiap bisnis selalu memiliki peluang kerugian, tapi paling tidak bisnis franchise tetap lebih aman jika dibandingkan dengan membuka bisnismu sendiri.

Tak hanya itu, kamu juga akan mendapatkan berbagai dukungan operasional dari franchisor sebelum dan setelah kamu meluncurkan bisnis milikmu. Kamu akan dibantu dalam mengurus bidang keuangan, akuntansi, pelatihan karyawan, dan juga prosedur operasional, bantuan ini akan sangat meminimalisir berbagai kesalahan yang mungkin kamu lakukan ketika memulai bisnis.

Perhatikan 3 kunci penting ini sebelum memulai bisnis franchise:

1. Merk yang sudah diakui

Branding merupakan hal yang sangat penting. Ketika kamu memilih  franchise, kamu tidak perlu terlalu mengkhawatirkan tentang branding. Hal ini dikarena kamu akan menjual produk yang sudah diketahui dan diakui merknya oleh banyak orang. Selain itu kamu juga tidak perlu lagi memikirkan hal seperti trademarks, hak paten, dan juga desain karena semua hal tersebut telah diatur oleh franchisor.

2. Pilih bisnis yang cocok denganmu

Hal pertama yang harus kamu lakukan untuk memulai franchise adalah memilih bisnis yang cocok denganmu. Membuka bisnis franchise yang cocok denganmu sama seperti bekerja dengan passion.

Kamu juga harus mempertimbangkan kemampuan apa yang kamu miliki agar nantinya dapat berguna secara maksimal pada bisnis yang kamu jalani. Selain kapasitas dan kemampuan diri, modal yang kamu miliki juga harus menjadi pertimbangan untuk mengambil keputusan bisnis franchise seperti apa yang akan menjadi pilihanmu.

Baca Juga  Pandemi Covid-19 Paksa Laba Adidas Anjlok 93%

3. Mengikuti pelatihan dan proses standarisasi

Setelah kamu mengetahui franchise seperti apa yang ingin kamu jalani, sekarang saatnya kamu mengikuti proses yang sudah diatur oleh franchisor. Sebelum meloloskan kamu sebagai mitra, biasanya franchisor akan melakukan sosialisasi terlebih dahulu agar para franchisees benar-benar mengerti bisnis seperti apa yang akan dijalani nantinya. Setelah itu, akan diadakan proses standarisasi juga agar dapat mengetahui apakah calon franchisees sudah layak menjadi mitra atau belum. Setelah melewati proses standarisasi, barulah akan dibahas tentang penjanjian kerjasama franchise yang akan dijalani.

 

Tinggalkan Balasan

keuntungan bisnis waralaba

5 Referensi Waralaba yang Patut Anda Coba

Berbagi Amal Melalui Trading