in

Faktor yang Mempengaruhi Nilai Tukar Mata Uang

Nilai Tukar Mata Uang

Nilai tukar mata uang sering digunakan untuk mengukur perekonomian suatu negara. Nilai tukar adalah perjanjian antara dua mata uang terhadap pembayaran saat kini atau di kemudian hari. Nilai tukar mata uang berperan penting untuk banyak hal.

Salah satunya adalah perdagangan antar negara. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi nilai tukar mata uang.

Selain perdangan antar negara, nilai tukar mata uang juga mempengaruhi kegiatan investasi. Return dan portofolio Investasi lintas negara akan sangat dipengaruhi oleh nilai tukar mata uang.

Nilai tukar mata uang dinyatakan dalam perbandingan dengan mata uang negara lain. Akibatnya, semua kegiatan perdangan pada kedua negara akan terpengaruh. Berikut merupakan faktor yang mempengaruhi nilai tukar mata uang:

Read more: Ingin Investasi Mata Uang Asing? Perhatikan 5 Hal ini

Perbedaan Tingkat Inflasi antar Dua Negara

Negara dengan tingkat inflasi yang rendah memiliki nilai tukar mata uang yang lebih kuat daripada negara yang inflasinya tinggi. Daya beli (Purchasing Power) negara dengan inflasi rendah lebih kuat. Contoh negara dengan inflasi rendah adalah Jepang, Jerman, dan Swiss.

Baca Juga  Trader Pemula, Wajib Pahami Risiko Trading Forex Berikut!

Perbedaan Tingkat Suku Bunga Antar Negara

Bank sentral negara dapat mengubah suku bunga untuk mempengaruhi inflasi dan nilai tukar mata uang. Tingginya suku bunga akan menaikkan permintaan mata uang. Hal tersebut akan mengakibatkan tingginya nilai return. Tingginya nilai return dapat mengundang investasi domestic, maupun luar negeri.

Neraca Perdagangan

Neraca perdagangan berasal dari semua pembayaran dari hasil jual beli barang dan jasa. Neraca Perdagangan deficit apabila negara membayar lebih banyak ke negara partnernya. Hal tersebut disebabkan negara akan membutuhkan lebih banyak mata uang.

Read more: 6 Mata Uang Paling Cocok untuk Investasi

Hutang Publik

Negara menggunakan neraca anggaran domestic untuk membiayai proyek dalam negeri. JIka anggaran tersebut membengkak, maka public debt akan membengkak. Hal tersebut akan berakibat naiknya inflasi.

Deficit bisa ditutupi dengan menjual bond pemerintah atau mencetak uang. Jika hutang tetap membengkak, negara akan berstatus default (gagal bayar). Tingginya public debt akan memperlemah nilai tukar mata uang.

Rasio Harga Ekspor dan Harga Impor

Harga ekspor yang lebih tinggi dari harga impor akan memperkuat nilai tukar mata uang. Permintaan akan barang dan jasa pun akan turut meningkat.

Baca Juga  Yuk, Kenali Keuntungan Lewat Investasi Cendotel !

Kestabilan Politik dan Ekonomi

Investor akan mencari negara dengan kinerja ekonomi yang stabil dan cenderung meningkat. Selain kinerja ekonomi, kestabilan politik juga dipertimbangkan. Negara yang politiknya sedang kacau memiliki resiko tinggi untuk berinvestasi. Jika jumlah investor menurun, maka nilai tukar mata uang juga akan menurun.

Tinggalkan Balasan

5 Hal yang harus diperhatikan sebelum Investasi Mata uang asing

Ingin Investasi Mata Uang Asing? Perhatikan 5 Hal ini

Marketplace Reksadana

Instrumen Investasi yang Cocok Untuk Milenial