in

Investasi Asing Terus Didongkrak, Lapangan Kerja Indonesia Tetap Lesu

investasi asing

Sudah beberapa kali Jokowi terus mengungkapkan kekecewaannya akan kinerja investasi di Indonesia yang melemah. Dalam pidatonya yang belokasi di Sentul International Convention Center (SICC) pada Minggu (14/7) kemarin, Jokowi kembali menyampaikan visinya, salah satu di antaranya adalah masalah investasi. Pasalnya pertumbuhan investasi asing dalam 8 tahun terakhir ini malah diiringi dengan penurunan ketersediaan lapangan kerja di Indonesia.

Baca juga: Bagaimana Kabar Rupiah Setelah Pertemuan Jokowi – Prabowo?

Apa yang membuat Jokowi geram?

Ssalah satu penyebab dari kekecewaan Jokowi adalah jumlah Penanaman Modal Asing (PMA) yang hanya mengalami peningkatan sebesar 1%. Rata-rata pertumbuhan nilai PMA di era Jokowi hanya naik 1 persen per tahun. Capaian mantan Gubernur DKI Jakarta ini jauh lebih rendah saat Indonesia dipimpin Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang rata-rata pertumbuhannya sekitar 18 persen per tahun.

Awal kepemimpinan SBY, PMA yang masuk ke Indonesia mencapai US$ 16,21 miliar. Dan pada masa akhir jabatan tahun 2014, realisasi PMA naik sebesar 76% atau mencapai US$ 28,53 miliar.

Baca Juga  3 Jenis Bisnis Waralaba Makanan Jepang yang ada di Indonesia

Sedangkan, pada masa kepemimpinan Jokowi pada tahun pertamanya, realisasi PMA sebesar US$29,27 miliar pada tahun 2015. Kemudian pada tahun 2018 mengalami kenaikan yang sangat tipis hanya 0,1% atau sebesar US$29,30 miliar.

Apa penyebab PMA mengalami penurunan?

Fithra Faisal Hastiadi, Akademisi Fakultas Ekonomi UI, menilai bahwa penurunan hasil PMA sejak Jokowi menjabat menjadi presiden dikarenakan persoalan klasik yang menghambat investasi belum juga diselesaikan.

Dilansir dari Tirto, Faisal berkata, “”Persoalannya masih itu-itu saja, birokrasi yang berbelit-belit, kebijakan yang tidak konsisten dan lain sebagainya. Di lain pihak, negara tetangga justru yang lebih sigap.”

Baca juga: Sri Mulyani: Milenial, Ikuti Tips Ini Untuk Mengatur Keuangan

Lantas, mengapa tenaga kerja di Indonesia tak ada kemajuan juga?

Rupanya, tak hanya hasil PMA yang melemah, namun jumlah lapangan pekerjaan pun juga ikut loyo tiap tahunnya. Penyerapan tenaga kerja dari hasil PMA rata-rata mengalami penurunan sebesar 15% per tahun.

Tahun 2015, berhasil membuka sebanyak 930.905 tenaga kerja. Namun, menurun pada tahun 2018, yang hanya mampu menyerap 490.368 tenaga kerja yang mana artinya anjlok 47%.

Baca Juga  5 Alasan Kenapa Investasi Harus Dimulai Sejak Muda

Penyebab dari penurunan tersebut adalah tren investasi asing yang semakin padat modal, jadi tidak memerlukan banyak pekerja. Terdapat sejumlah sektor yang menjadi sasaran perusahaan-perusahaan asal Eropa di Indonesia seperti sektor otomotif, logistik dan farmasi, di mana ketiga sektor itu merupakan sektor padat modal.

Selain itu, penyabab yang lainnya adalah produktivitas tenaga kerja dalam negeri yang sulit meningkat. kualitas tenaga kerja Indonesia masih perlu dikembangkan. Terlepas dari tren penurunan serapan tenaga kerja, langkah pemerintah untuk fokus pada pengembangan SDM sudah tepat.

Tinggalkan Balasan

Film lion king

3 Pelajaran Kehidupan Bisnis dari Film Lion King

cara mendaftar akun toko di Tokopedia

Cara Mudah Mandaftar Akun Toko di Tokopedia