in

5 Kesalahan dalam Forex Trading #5, Balas Dendam

broker forex yang menyediakan sistem PAMM

Balas dendam adalah salah satu emosi paling beracun yang bisa kita rasakan.  Bertindak atas dasar ingin balas dendam akan membawa siklus kehancuran ke dalam hidup kita dalam kehidupan, pun dalam Forex trading.

Bagi beberapa orang mungkin tidak akan Namun, sementara seseorang mungkin tidak membalas dendam dalam kehidupan sehari-hari mereka, mereka mungkin melakukannya ketika datang ke dunia jual beli valas.

Jadi, artikel yang ke-5 ini ditulis untuk membantu anda mengenali dan menghentikan trading forex yang dilakukan karena balas dendam. Diterjemahkan dari laman Forexlive berikut adalah tiga situasi ketika seorang Forex trader cenderung membalas dendam:

1. Setelah mengalami kekalahan

Mari lihat sebuah contoh. Katakanlah anda kehilangan 300 poin di perdagangan terakhir. Apakah keuntungan 100 poin di perdagangan berikutnya akan cukup?
Forex market mungkin dengan jelas memberikan tanda kepada pengamat yang objektif bahwa yang bisa didapat dalam perdagangan ini hanyalah 100 poin.
Tetapi kepada orang yang baru kehilangan 300 poin (khususnya jika mereka tidak mempersiapkannya), seringkali 100 poin tidak akan cukup karena 100 poin tidak bisa menutupi kerugian yang telah anda dapat. Anda harus mendapat hampir 300 poin untuk merasa benar lagi.

 

Baca Juga  Awas! Ada Banyak Investasi Bodong, Simak Cara Cerdas Menghindarinya!

2. Setelah periode penarikan.

Secara mental Anda mungkin anda siap menarik sekian persen uang anda. Namun jika sesuatu hal buruk terjadi dan tidak jumlah tersebut tidak tercapai, pasti . Anda marah, kecewa, dan frustrasi.

Anda merasa telah mengecewakan keluarga Anda, dana Anda, orang-orang terkasih Anda. Anda merasakan kegagalan.

Namun coba Anda sekarang berpikir, apa masalahnya sehingga untuk selanjutnya bisa memaksimalkan leverage dan mencoba dan membuatnya kembali pada forextrading besar atau tidak sama sekali.

2. kesombongan yang membandel.

Ketika seorang trader merasa telah cukup berpengalaman di dunia Forex trading, ia akan rentan terserang “penyakit sombong”. Ia mulai percaya bahwa ia memang benar-benar bisa memprediksi dengan tepat ke mana harga akan bergerak. Ia merasa jumawa, merasa berada di puncak dunia.

“Penyakit” ini sungguh sangat rentan menyerang siapa pun yang telah berkecimpung di dunia trading forex selama bertahun-tahun. Apalagi ternyata mayoritas analisa yang ia buat ternyata valid, sehingga ada beberapa institusi seperti broker forex dan/atau penyedia layanan analisa trading tertarik untuk memanfaatkan jasa analisa darinya.

Baca Juga  Tips Jual Mobil Bekas Agar Harga Tidak Anjlok (Part 2)

Baca juga: 6 Cara Memilih Perusahaan Sekuritas Terbaik di Indonesia

Jangankan yang “veteran forex” dan sukses, yang pemula dan remuk redam pun sering terserang “penyakit” in; bahkan lebih parah.

Tinggalkan Balasan

bukalapak

Cara Mendaftar Akun Bukalapak Melalui FB dan Google

langkah-langkah menjadi pengusaha sukses

Fresh Graduate UI Tolak Gaji 8 Juta. Berapa Gaji Normal Fresh Graduate Indonesia?