in

Pernah Hidup Susah Hingga Punya Harta Triliunan, Ini Dia Profil Pengusaha Sukses Almarhum Ciputra

profil Ciputra
source of picture: Okezone News

Ciputra dikenal sebagai sosok pengusaha yang luar biasa, sangat telaten membangun bisnisnya dari kecil hingga besar. Pengusaha Ir Ciputra meninggal dunia di Singapura pada Rabu dini hari pukul 01.05. Dia meninggal di usia 88 tahun. Kali ini kita akan membahas secara singkat profil almarhum Ciputra.

Hariyadi Sukamdani, Ketua Apindo, mengatakan bahwa kesehatan Ciputra memang menurun sebelum dia menghembuskan nafas terakhir. Bahkan, Ciputra sudah melakukan cuci darah.

“Iya benar (Ciputra meninggal dunia). Beberapa waktu terakhir ini almarhum sudah cuci darah,” ungkap Hariyadi, dikutip dari detikfinance.

Baca juga: Dampak 6 Produk Reksa Dana Minna Padi yang Dibubarkan OJK Terhadap IHSG

Profil Ciputra

Untuk lebih mengenal sosok pengusaha sukses ini, berikut profil Ciputra yang dirangkum dari detik.com:

1. Pernah hidup susah

Pendiri Ciputra Group ini rupanya pernah merasakan hidup susah. Dahulu kala, ayahnya Tjin Hoan tewas di tangan tentara Jepang. Hal itu akhirnya menyebabkan perekonomian keluarganya susah.

Sesaat kematian ayahnya, ia pun harus rela kotor-kotoran bercocok tanam dan berburu ke dalam hutan demi mendapat makan.

Baca Juga  Berkenalan dengan Eka Tjipta Widjaja pendiri Perusahaan Grup Sinar Mas

Baca juga: Saham IPO Enaknya Short-Trading atau Long Term Investasi ya?

2. Atlet Lari

Saat berstatus sebagai siswa SMA, pemilik nama asli Tjie Tjin Hoan juga dikenal sebagai atlet lari. Bahkan, Ciputra kala itu sempat mewakili Sulawesi Utara untuk mengikuti Pekan Olahraga Nasional II di Jakarta.

3. Kuliah di ITB

Setamat dari bangku SMA, Ciputra juga mencicipi bangku kuliah di Institut Teknologi Bandung (ITB). Saat itu, suami dari Dian Sumeler ini juga mengambil jurusan Teknik Arsitektur dan mulai merintis bisnis bersama sahabatnya.

4. Bisnis

Keuletannya dan ketelatenannya membuat bisnis Ciputra terus berkembang. Mulai dari proyek hotel hingga mall ia kerjakan. Beberapa contoh proyeknya adalah Taman Impian Jaya Ancol, Bumi Serpong Damai, Pondok Indah, hingga Ciputra World II.

5. Punya Harta Rp 18,2 T

Harta kekayaan Ciputra tercatat mencapai US$ 1,3 miliar atau setara dengan Rp 18,2 triliun (kurs Rp 14.000). Pada tahun 2018, Ciputra berada di urutan 1941 orang terkaya di dunia, dan urutan 27 di Indonesia.

Baca Juga  Masuk dalam Kabinet Kerja Jilid 2, Inilah Profil Nadiem Makarim si Pendiri GoJek

Baca juga: Deretan Emiten dengan Nilai IPO Luar Biasa di Dunia (Part 2)

Tinggalkan Balasan

Ingin Selamat dengan Gaji di Bawah Upah Minimum, Ini Tiga Solusinya Semua karyawan tentu menginginkan gaji sesuai atau di atas Upah Minimum yang ditetapkan pemerintah. Kalau pun Anda mendapatkan gaji di bawah upah minimum dan ingin tetap selamat, maka tiga solusi berikut ini bisa dicoba. Upah Minimum Regional sudah ditentukan pemerintah Indonesia setiap tahunnya. Kemudian, ditetapkan Upah Minimum Provinsi (UMP), lalu Upah Minimum Kota/Kabupaten (UMK). Penetapan ini biasanya berdasarkan usulan lembaga terkait, termasuk mempertimbangkan suara dari para pengusaha yang nantinya mengeluarkan gaji bagi para karyawannya. Ketika UMR/UMP/UMK sudah ditetapkan pemerintah, maka perusahaan wajib memenuhinya demi kesejahteraan para karyawan mereka. Namun, terkadang ada saja pengusaha 'nakal' yang memberikan gaji di bawah upah minimum yang ditetapkan pemerintah. Dampak dari gaji di bawah upah minimum ini tentu saja akan dirasakan langsung oleh para karyawan. Kebutuhan sehari-hari yang kian meningkat tentu pastinya menjadi tantangan tersendiri. Bukannya tidak mau bersyukur, namun para karyawan dengan gaji macam ini harus pintar-pintar menghemat uang gajinya demi menyelamatkan hidupnya dan keluarganya. Berikut ini tiga solusi agar bisa selamat dengan gaji di bawah upah minimum 1. Cari Bisnis Sampingan Bisnis sampingan menjadi solusi pertama bagi para karyawan yang punya gaji di bawah standar. Dengan bisnis tersebut, Anda bisa mendatangkan pendapatan ekstra demi mencukupi kebutuhan hidup. Sebelum melakoni bisnis sampingan, Anda perlu mempertimbangkan keahlian yang dimiliki. Jangan melakoni bisnis yang jelas-jelas Anda tak mampu melakukannya, meskipun semua hal bisa dipelajari. Setidaknya, hal itu mengurangi risiko kegagalan bisnis yang justru malah menghancurkan ekonomi Anda. Sebisa mungkin, pilihlah bisnis sampingan yang tak membutuhkan banyak modal, bahkan tanpa modal sepeserpun. Kalau pun harus menggunakan modal, Anda harus memikirkan sumber modal itu dari mana. Kalau modalnya dari pinjaman, pastikan Anda mampu melunasinya dalam jangka waktu yang disepakati. 2. Pasangan Ikut Bekerja Jika merasa gaji yang didapat sebagai karyawan kurang, maka Anda bisa mengizinkan pasangan (dalam hal ini istri sebagai pasangan kepala rumah tangga) turut bekerja. Bagaimana pun, kesulitan yang dipikul berdua akan menjadi lebih ringan. Pastinya, Anda harus mengetahui apa saja risiko dan dampak negatif ketika sebuah pasangan sama-sama bekerja. Anda harus memaklumi jika mendadak kehidupan rumah tangga berbeda dari sebelumnya ketika pasangan tidak ikut bekerja. Sebaiknya, pasangan Anda memilih jenis pekerjaan di bidang yang dikuasainya. Jangan sampai memaksakan diri, meski gajinya menggiurkan. Pilih juga jenis pekerjaan yang tidak mengganggu tugas utama sebagai ibu rumah tangga, karena itu yang terpenting. 3.Pindah Tempat Kerja Ketika mendapati kerja keras Anda sebagai karyawan tidak dihargai dengan gaji selayaknya, maka Anda bisa memutuskan untuk keluar. Pindah saja ke tempat kerja lain yang sekiranya memberikan gaji dengan standar upah minimum. Pikirkan matang-matang sebelum memutuskan pindah kerja. Jangan sampai menyesal, meninggalkan tempat kerja lama karena gaji tidak standar, tapi pindah ke tempat baru dengan gaji yang tidak lebih baik. Pastikan dulu tempat kerja yang baru benar-benar menjamin hak karyawannya. Percuma juga kan pindah kerja ke tempat baru yang menawarkan gaji dengan standar di atas upah minimum, tapi ternyata pembayarannya kerap tersendat-sendat karena keuangan perusahaannya sedang bermasalah.

4 Langkah Cerdas Mengalokasikan Uang

Bitcoin di Mata Warren Buffet Seperti Racun Tikus