in

Orang Terkaya Ke-10 RI Tutup Usia, Berikut Kisah Achmad Hamami

sukses

Indonesia kembali kehilangan salah satu pebisnis sukses, orang terkaya ke-10 RI, Achmad Hamami. Pria yang telah meninggal Jumat (29/11) kemarin di usia 89 tahun juga akrab dipanggil Met Hama. Lantas, seperti apakah kisah dari Achmad Hamami sehingga dia bisa menjadi salah satu orang terkaya di Indonesia?

Baca juga: Mengenal Penerus Bisnis Imperium Ciputra: ‘Konstitusi Keluarga’

Achmad Hamami : From zero to hero

Met Hama merupakan pekerja yang ulet, sering berganti profesi karena satu hal dan yang lainnya. Bahkan, ia sempat menjadi guru les dan penjual es lilin di Kwitang.

Met banyak mengenyam pendidikan di bidang militer. Sebelumnya Met merupakan pilot jet tempur di Angkatan Laut dan mendapatkan gelar sebagai kolonel termuda di masanya. Dikutip dari CNBCIndonesia, dia pernah menyenyam pendidikan di Koninklijk Ins. V/d Marine Academy di Belanda pada tahun 1950-1953, lalu lanjut ke Air Navigator’s School di Belanda tahun 1953-1954.

Tak berhenti di situ, dia juga melanjutkan pendidikan penerbangan di Royal Air Force (Pilot Training and Command & Staff Training) di Inggris pada tahun 1954-1956 dan 1963.

Baca Juga  10 Orang Terkaya di Indonesia Versi Majalah Forbes 2019

Dia dikenal sebagai pengusaha alat berat hampir setengah abad lamanya. Padahal pria yang tutup usia pada 89 tahun ini memulai bisnis pertamanya sejak hengkang dari pekerjaan pertamanya.

Praktik kerja di dunia militer yang tak sehat, Achmad Hamami pun memilih untuk pensiun dini dan memulai usahanya sendiri pada 1970.

Baca juga: Pernah Hidup Susah Hingga Punya Harta Triliunan, Ini Dia Profil Pengusaha Sukses Almarhum Ciputra

Caterpillar membawanya ke dunia bisnis

Met hama memiliki relasi yang kuat dengan Caterpillar, produsen alat berat asal Amerika ini berhasil membuatnya banting setir. Dia membangun perusahaan yang bergerak di bidang pendistribusian alat-alat berat merek Caterpillar di bawah bendera PT Trakindo Utama.

Berkat usahanya, kini bisnis yang di bangunnya ini tak hanya bergerak di bidang distributor saja. Di samping itu, dia juga mendirikan perusahaan perancangan dan fabrikasi industri alat berat, PT Sanggar Baja dan perusahaan manufaktur PT Natra Raya.

Bisnis pun kian berkembang, dia merupakan founder divisi mining PT Trakindo dan perusahaan pembiayaan (leasing) untuk produk alat berat, PT Chandra Sakti Utama pada 1993.

Baca Juga  Berkenalan dengan Eka Tjipta Widjaja pendiri Perusahaan Grup Sinar Mas

Kini dia pun memiliki izin sebagai salah satu pemilik waralaba Carl’s Jr. dan Wingstop di Indonesia.

Di usianya yang sudah senja, Met masih aktif berkontribusi di perusahaan yang di bangunnya ini, meski kursi tahta telah diserahkan kepada puteranya.

Ditulis Oleh Alif Putri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *