in

Saham IPO Enaknya Short-Trading atau Long Term Investasi ya?

3 Teknik Dasar Trading Forex yang Wajib Diketahui Trader

Ketika ada sebuah perusahaan yang memutuskan untuk listing di Bursa Efek Indonesia (BEI). Artinya saham tersebut telah menjadi transparan dan sahamnya siap diperjual belikan. Nah, kira-kira saham IPO ini cocoknya untuk short-trading atau long term investasi ya? Simak penjelasan yang berhasil kami rangkum dari Bisnis.com berikut ini.

Baca juga: Deretan Emiten dengan Nilai IPO Luar Biasa di Dunia (Part 1)

Pergerakan awal saham IPO

Berhubung ruang gerak saham IPO (Initial Public Offering) ini sangat luas, maka harganya mengalami naik-turun yang fantastis.

Sebagai contoh yakni saham PT Gaya Abadi Sempurna Tbk. dengan kode SLIS meroket hampir 4.000%. Pada bulan lalu, telah tercatat bahwa BEI menyuspensi SLIS sebanyak 3 kali dikarenakan kenaikan harga kumulatif yang signifikan. Selain SLIS, ada juga saham yang terkena suspensi. Diantaranya CLAY, KJEN, POLU, HRME, dan ENVY.

in fundamental , we trust

Sebagaiman pepatah ini dipergunakan dalam jual beli saham. Kinerja saham IPO belum bisa dikatakan murni mencerminkan performa fundamentalnya.

Baca Juga  5 Langkah Ampuh Hindari Sinyal Palsu Forex

Baca juga: Deretan Emiten dengan Nilai IPO Luar Biasa di Dunia (Part 2)

“Siklusnya saham-saham IPO itu umumnya seperti itu. Ada saham yang kenaikannya di luar kebiasaan. Apalagi kalau emitennya bisa meyakinkan investor terhadap prospek ke depannya,” jelas Reza, Analis Senior CSA Research Institute.
Jadi kesimpulannya adalah fundamental dari emiten anyar bisa dikatakan belum terlalu dilirik pelaku pasar. Reza pun juga merekomendasikan saham-saham ini untuk short-trading.

Dilain sisi, jika berniat untuk long term investasi, saham-saham yang telah memperlihatkan pola pergerakan kinerja keuangan maupun kinerja saham lebih direkomendasikan.

“Saya sih lebih rekomendasi untuk short—trading, apalagi waktu pre-IPO terjadi oversubscribe. Kalau oversubscribe-nya tinggi bahkan sampai dobel digit, itu berarti banyak investor yang masuk. Dari situ sudah bisa ada gambaran nanti saat listing saham ini akan naik signifikan atau tidak,” jelas Reza.

Nah, itu dia beberapa alasan yang bisa dicermati bahwa saham perusahaan IPO sebaiknya memang dijadikan sebagai short-trading. Bukang long term investasi, yang mana lebih cocok bila membeli saham bluechip. Selamat belajar dan mencoba, Happy Cuan!

Baca Juga  Investasi dan Spekulasi, Apa Perbedaannya? (3)

Baca juga: Apa Itu IPO (Initial Public Offering)?

Tinggalkan Balasan

pajak DKI

Dirjen Pajak Siap Menagih Youtuber yang Pamer Saldo Rekening

sertifikat halal

Biaya Pembuatan Sertifikat Halal