in

Istilah Saham Yang Wajib Diketahui Pemula (Part 2)

Istilah dalam trading saham

Dalam transaksi saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) terdapat beberapa istilh yang mungkin asing di telinga trader pemula. Berikut beberapa istilah saham terkait transaksi saham di BEI.

Istilah dalam Trading Saham

8. Debt to Equity Ratio (DER)

Parameter yang mewakili perbandingan antara utang dan ekuitas perusahaan. Makin tinggi, berarti makin jelek.

 

9. Delisting

Suatu emiten menarik sahamnya dari perdagangan di bursa, bisa secara sukarela maupun dipaksa.

 

10. Dividen

Pembagian dari laba bersih perusahaan dalam setiap periode pembukuan tertentu (umumnya satu tahun sekali). Dividen bisa berupa uang tunai (Cash Dividen) maupun saham (Stock Dividen).

 

11. Earnings Per Share (EPS)

Laba bersih per lembar saham. Makin besar, berarti makin baik.

 

12. Ex Date

Merupakan sebutan bagi tanggal yang bertepatan dengan sehari setelah Cum Date. Apabila seseorang membeli saham pada Cum Date dan tidak menjualnya hingga Ex Date pembagian dividen, maka ia berhak mendapatkan dividen. Namun, bila seseorang belum memiliki saham pada Cum Date, dan baru membelinya pada Ex Date, maka ia tak berhak mendapatkan dividen.

Baca Juga  12 Kriteria Jenis Indeks Saham yang Harus Anda Ketahui

 

13. HMETD (Rights Issue)

Penambahan jumlah saham beredar oleh emiten untuk mendapatkan tambahan modal. Bagi investor, HMETD bisa mengakibatkan nilai saham terdilusi, tetapi juga membuka peluang keuntungan.

14. Mid-Cap Stocks

Julukan untuk saham-saham likuiditas cukup tinggi, tetapi kinerja dan nilai kapitalisasi pasarnya tak sebesar Saham Lapis Satu (Blue Chip). Contoh: BSDE, PPRO, PWON, LSIP, JPFA, ERAA.

 

15. Penny Stocks

Di bursa saham AS, istilah “Penny Stocks” merujuk pada saham-saham berharga kurang dari USD1 per lembar. Di Indonesia, istilah ini acap kali digunakan untuk merujuk saham gocap atau saham tidur, yaitu saham-saham berharga hanya Rp50-an. Likuiditasnya di pasar reguler nyaris nol.

16. Price to Book Value (PBV)

Rasio yang membandingkan nilai pasar suatu saham (stock’s market value) terhadap nilai buku per lembar saham (nilai saham saat saham dijual untuk pertama kalinya kepada investor). PBV di atas satu tapi tak terlalu tinggi, biasanya dicari karena dianggap sebagai indikator harga saham yang “masih murah”. Namun, hal ini tidak berlaku di semua sektor. Contohnya: Semakin bagus prospek emiten perbankan, maka biasanya memiliki PBV makin tinggi.

Baca Juga  2 Saham LQ45 Kebal Lawan Virus Corona

Baca juga Istilah Saham Yang Wajib Diketahui Pemula (Part 1)

Tinggalkan Balasan

Istilah dalam trading saham

Istilah Saham Yang Wajib Diketahui Pemula (Part 1)

Obligasi Negara dan Korporasi

Perbedaan Obligasi Negara dan Korporasi dan Cara Memilihnya