Switch to the dark mode that's kinder on your eyes at night time.

Switch to the light mode that's kinder on your eyes at day time.

in

Istilah dalam Trading Saham Yang Wajib Diketahui Pemula (Part 3)

Istilah dalam trading saham

Jika Anda akan terjun ke dunia trading saham sebaiknya Anda mempelajari  terlebih dahulu seluk-beluk trading tersebut. Termasuk istilah yang harus Anda ketahui sebelum akhirnya benar-benar memutuskan untuk terjun ke dalam dunia trading saham.

Istilah dalam trading saham

IPO

Initial Public Offering, merupakan proses penawaran saham perdana sebelum suatu emiten resmi terdaftar di bursa.

Price Earnings Ratio (PER)

Perbandingan antara harga saham dan laba bersih perusahaan; semakin rendah semakin baik. Sering juga disebut PE Ratio.

Prospektus

Prospektus adalah kombinasi profil perusahaan dan laporan keuangan tahunan yang perlu dipersiapkan dan dipublikasikan oleh sebuah perusahaan sebelum IPO.

Relisting

Suatu emiten yang pernah menarik sahamnya dari bursa (delisting), kembali terdaftar di bursa.

 

Return on Asset (ROA)

Indikator untuk mengukur seberapa profitable suatu perusahaan jika dibandingkan dengan asetnya. Semakin besar, berarti semakin baik.

 

Return on Equity (ROE)

Perbandingan antara laba bersih dengan total ekuitas atau sama juga dengan rasio EPS dibagi dengan rasio PBV. Semakin tinggi rasio ROE semakin baik. Akan tetapi, perusahaan dengan rasio ROE tinggi biasanya juga memiliki resiko tinggi pula karena perusahaan itu memiliki rasio utang yang cukup besar. Selain itu, perusahaan dengan rasio ROE tinggi juga cenderung memiliki PBV tinggi. Sebagian pihak menyarankan saham yang mempunyai rasio ROE stabil dan minimal 10 persen.

Baca Juga  Pemula, Wajib Tahu Keuntungan dan Risiko Bermain Saham IPO !

 

Reverse Stock Split

Peningkatan nilai nominal saham per lembar menjadi pecahan yang lebih besar, sehingga jumlah saham beredar menjadi lebih sedikit. Bagi investor, hal ini tidak berpengaruh besar karena nilai saham tetap, hanya jumlah lembar saham yang dimiliki akan berkurang. Konsekuensinya, bagi investor yang ingin membeli maka harus menyediakan dana lebih besar karena harga saham menjadi lebih mahal.

 

Stock Split

Pemecahan nilai nominal saham menjadi pecahan yang lebih kecil, sehingga jumlah saham beredar lebih banyak. Tujuannya agar harga saham menjadi lebih terjangkau bagi investor pada umumnya. Bagi investor, hal ini tidak berpengaruh besar karena nilai saham tetap, hanya jumlah lembar saham yang dimiliki saja meningkat.

 

Third-Liner

Julukan bagi saham-saham yang sering digoreng bandar, memiliki kinerja fundamental buruk, dan kerap kali tidak likuid. Termasuk juga diantaranya saham gocap. Contoh: DEWA, ENRG, UNSP, TRAM, BEKS, BUMI.

Selain dari yang sudah disebutkan di atas, masih banyak lagi istilah lain yang ada di Bursa Saham. Hanya saja, bagi pemula, istilah di atas sudah termasuk cukup untuk diketahui.

Tinggalkan Balasan

7 Risiko Investasi Yang Wajib Anda Ketahui (1)

Update Harga Kurs Rupiah dan Kurs Dollar: 19 Desember 2019

Back to Top