in

Mengenal Istilah Auto Rejection di Dunia Saham

jenis index saham
(C) Shutterstock

Dalam dunia saham terdapat istilah Auto Rejection (AR) yang sebaiknya diketahui oleh seluruh pelaku investasi. Sebagai investor pemula, Anda disarankan untuk mengenal pengertian dan kegunaannya terlebih dahulu sebelum memanfaatkannya dalam aktivitas trading sehari-.

Yang dimaksud Auto Rejection adalah batasan pergerakan harga harian bagi setiap saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). AR ini bisa dibilang merupakan batas maksimum dan batas minimum pergerakan nilai saham di BEI. Pergerakan nilai saham, baik yang bergerak naik, maupun yang menurun secara signifikan punya potensi terkena auto rejection.

Janis dan Fungsi Istilah Auto Rejection

Terdapat dua jenis Auto Rejection, yakni Auto Rejection Atas (ARA) sebagai batasan kenaikan harga tertinggi saham di BEI, dan Auto Rejection Bawah (ARB) sebagai batas penurunan harga terendahnya. Keduanya berupa persentase yang telah ditentukan sesuai dengan fraksi harga sahamnya. Baik ARA maupun ARB punya fungsi yang sama sebagai pembatas.

ARA berfungsi menjaga agar nilai saham tidak terlalu terbang tinggi dalam waktu sehari saja. Saham yang terkena ARA karena kenaikan harga yang signifikan, secara otomatis menghentikan aktivitas penawaran jual (offer) atas saham tersebut.

Baca Juga  Manfaat Auto Rejection di Bursa Efek Indonesia

Sementara, ARB fungsinya untuk menjaga agar nilai saham tidak terlalu jatuh ketika menurun. Saham yang terkena ARB karena harganya menurun drastis juga secara otomatis menghentikan aktivitas penawaran jual (bid) atas saham yang dimaksud.

harga kurs Rupiah

Update Harga Kurs Rupiah dan Kurs Dollar: 12 Juni 2020

5 unsur hukum asuransi

Pengertian Asuransi Bisnis yang Harus Diketahui