in

Batas Auto Rejection yang Harus Dipahami Investor

Mengenal Weighted Moving Average (WMA) Sebelum Main Saham

Yang dimaksud Auto Rejection adalah batasan pergerakan harga harian bagi seluruh saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Batas auto rejection beragam, dan harus dipahami oleh para investor.

AR merupakan batas maksimum dan batas minimum pergerakan nilai saham di BEI. Pergerakan harga saham, baik yang bergerak naik, maupun turun secara signifikan berpotensi terkena auto rejection. Auto Rejection Atas (ARA) dikenal sebagai batasan kenaikan harga tertinggi, sedangkan Auto Rejection Bawah (ARB) dikenal sebagai batas penurunan harga terendah.

Baik ARA maupun ARB berupa persentase yang telah ditentukan sesuai dengan fraksi harga sahamnya. ARA berfungsi menjaga agar nilai saham tidak terlalu terbang tinggi dalam waktu sehari saja. Sementara, ARB fungsinya untuk menjaga agar nilai saham tidak terlalu jatuh ketika menurun.

Inilah Ragam Batas Auto Rejection

Tidak bisa sembarangan dalam menggunakan auto rejection terhadap semua saham. Ada batasan-batasan yang diterapkan. Batasan itu sudah diatur dalam Jakarta Automated Trading System (JATS).

1. Batas 35%

Batas 35 persen ini khusus untuk saham-saham dengan rentang harga mulai dari Rp50 hingga Rp200. Jika kenaikan harganya melebihi angka 35% dari harga semula, saham itu akan terkena ARA. Begitu pula ketika mengalami penurunan lebih dari 35% terkena ARB.

Baca Juga  Pemula, Wajib Tahu Keuntungan dan Risiko Bermain Saham IPO !

2. Batas 25%

Batas 35 persen ini khusus untuk saham-saham dengan rentang harga mulai dari Rp200 hingga Rp5000. Jika kenaikan harganya melebihi angka 25% dari harga semula, saham itu akan terkena ARA. Begitu pula ketika mengalami penurunan lebih dari 25% terkena ARB.

3. Batas 20%

Batas 20 persen ini khusus untuk saham-saham dengan rentang harga di atas Rp5000. Jika kenaikan harganya melebihi angka 2o% dari harga semula, saham itu akan terkena ARA. Begitu pula ketika mengalami penurunan lebih dari 20% terkena ARB.

4. Batas 50%

Batas 50 persen ini khusus untuk saham-saham yang ditawarkan dalam Initial Public Offering (IPO). Saham-saham ini diberikan keleluasaan untuk bergerak naik atau turun hingga 50%. Jika kenaikan harganya melebihi angka 5o% dari harga semula, saham itu akan terkena ARA. Begitu pula ketika mengalami penurunan lebih dari 50% terkena ARB.

Tips pinjaman online

Tips Pinjaman Online yang Anda Harus Tahu

IHSG menghijau dan Rupiah menguat

Mengenal Jakarta Automated Trading System (JATS)