in

Kelemahan Teknik Analisa Teknikal Bagi Investor Ritel

Mengenal Simple Moving Average (SMA) Sebelum Main Saham

Seorang investor ritel dinilai cocok menggunakan Teknik Analisa Teknikal saat bertrading di pasar saham, meskipun masih memiliki sejumlah kelemahan. Lalu, apa saja kelemahan teknik analisa teknikal bagi investor ritel?

Yang dimaksud analisa teknikal adalah metode yang memperkirakan pergerakan harga dengan melihat data historis di pasar. Sementara, data harga adalah jenis data yang paling banyak digunakan dalam proses analisa. Namun, ada jenis data lain yang dapat digunakan dalam proses analisa seperti volume atau yang lainnya.

Hampir semua trader menggunakan analisa teknikal meskipun jumlahnya minimal. Bahkan mereka yang sangat mengacu pada analisa fundamental akan menggunakan atau melihat grafik harga sebelum melakukan transaksi.

Lalu, Apa Saja Kelemahan Analisa Teknikal?

Seorang investor ritel disarankan untuk memakai teknik analisa teknikal ini, ketimbang teknis analisa fundamental. Meski demikian, sebagaimana teknik analisa lainnya, teknik ini juga memiliki sejumlah kelemahan.

Sebenarnya, teknik analisa ini sudah mencakup analisa reaksi semua pelaku pasar, yang di dalamnya sudah termasuk bandar (market maker). Investor tak perlu mempedulikan berita-berita atau keadaan fundamental perusahaan penjual saham.

Baca Juga  Perbedaan Obligasi Negara dan Korporasi dan Cara Memilihnya

Masalahnya, saat menggunakan Analisa teknikal, tidak ada alasan logis yang cukup kuat di balik analisa tersebut. Hal ini membuat si investor tidak terlalu yakin dengan pengambilan keputusannya. Saat menerapkan strategi trading, ada terbersit keragu-raguan. Mereka pun sangat sulit untuk berdisiplin.

Taknik analisa teknikal ini bisa dianalogikan dengan menebak sisi koin yang mana yang akan keluar ketika koin dilempar (gambar/angka). Jika dalam sepuluh kali percobaan, kita akan mendapati tujuh kali keluar gambar dan tiga kali keluar angka. Namun, ketika diulang, peluang yang sama kecil kemungkinan bakal keluar lagi.

Dari kasus di atas, dengan analisa teknikal, seharusnya Anda akan menebak gambar akan keluar lebih banyak lagi. Namun, Anda tentu tidak akan berani mempertaruhkan modal dalam jumlah yang besar untuk tebakan yang tak pasti tersebut.

Di sinilah mayoritas dari para investor ritel membutuhkan alasan logis saat memutuskan. Karenanya, analisa teknikal disarankan untuk digunakan, namun tetap butuh kejelian dalam menemukan alasan logis tersebut.

Sri Mulyani, Nilai Tukar Rupiah

Sri Mulyani Tidak Ingin Nilai Rupiah Terlalu Kuat. Mengapa?

jenis index saham

Menggabungkan Teknik Analisa Fundamental dan Teknikal