in

Trik Jitu Investasi Melawan Resesi Ekonomi Part 2

Marketplace Reksadana

Trik Jitu Melawan Resesi ekonomi Part 2

Pada artikel kemarin, kita sudah membahas sedikit mengenai apa itu resesi ekonomi. Dan bagaimana cara melawan resesi ekonomi sebagai investor yang cerdas. Dikutip dari BigAlpha.id, berikut merupakan trik jitu berinvestasi melawan resesi ekonomi selanjutnya.

Baca juga: Sudah Adakah Pertanda Resesi Ekonomi 2020?

Diversifikasi

Ketika resesi ekonomi menerpa, usahakan untuk memegang satu atau dua jenis saham. Diversifikasi saham pada sektor yang berbeda ini sangat diperlukan. Pasalnya hal ini bertujuan untuk menghindari kerugian besar dari pergerakan saham yang tidak bisa diprediksi dan salah. Untuk itu, kita bisa meminimalisir risiko kerugian ketika salah satu sektor mengalami penurunan, sebab dapat diimbangi oleh sektor lain yang mengalami peningkatan.

Namun, ternyata trik ini berbanding terbalik dengan prinsip Warren Buffet. Menurutnya, investor yang tidak memahami dan meyakini apa yang ia lakukan lah yang melakukan trik diversifikasi ini.

Faktanya, prinsip Warren Buffet yang cenderung tidak menyukai diversifikasi bisa dinilai gagal ketika menghadapi krisis 2008, saat itu kinerja investasi perusahaan Warren Buffet “dihukum” pasar dengan mengalami kerugian sebesar 9.7% dalam setahun.

Baca Juga  Entrepreneurs, Jangan Lupa Membuat Sertifikat Halal ya! Simak Caranya!

Diversifikasi adalah langkah proteksi yang paling efektif dalam menghadapi kondisi pasar yang sulit dikontrol ketika krisis terjadi.

Kondisi Fundamental Merupakan Prioritas

Ketika isu resesi mulai menghampiri, akan jauh lebih baik jika kita memprioritaskan perusahaan yang memiliki dasar fundamental yang kokoh.

Jika bisa digambarkan, bayangkan ketika memilih sebuah rumah. Agar tetap aman meskipun badai sedang menerpa, maka keputusan yang paling tepat adalah membeli sebuah rumah dengan pondasi yang kuat dan kokoh. Demikian juga dengan investasi, investor yang cerdas perlu mempersiapkan diri dalam membangun pondasi yang kuat sebelum badai datang.

Investasi harus ditempatkan pada perusahaan yang punya kinerja keuangan yang kuat dan berada di sektor yang masih bisa tumbuh meskipun krisis terjadi.

Baca juga: 3 Saham yang Berpengaruh Dengan Perpindahan Ibu Kota

Timing

Setalah mencapai titik terendah dalam pereonomian, akan ada saatnya ketika kondisi ekonomi yang mulai mereda. Dalam proses pemulihan tersebut pasar akan kembalu meningkat secara signifikan.

Jadi, saat krisis menerpa jangan buru-buru keluar dari pasar. Cukup mengurangi porsinya saja untuk sementara waktu. sebab kita harus masuk kembali dan meningkatkan jumlah investasi kita pada waktu yang tepat.

Baca Juga  Perekonomian Stabil, Kepercayaan Investor Kian Meroket

Persoalan yang terpenting adalah penentuan waktu yang tepat untuk kembali masuk ke pasar. Investor harus pandai dalam menilai apakah resesi ekonomi mulai mereda atau akan terus berlanjut.

Setelah mempelajari beberapa trik jitu investasi melawan resesi ekonomi, semoga kita bisa menjadi seorang investor yang cerdas. Seorang investor yang bisa menaklukkan resesi ekonomi, know what to do.

Tinggalkan Balasan

Ekonomi Kerakyatan yang Mewarnai Pertandingan Sepak Bola

Ekonomi Kerakyatan yang Mewarnai Pertandingan Sepak Bola

Berkenalan dengan Eka Tjipta Widjaja pendiri Perusahaan Grup Sinar Mas