in

Pelaku Pasar Saham, Simak Cara Cuan Ketika Bull and Bear (Part 2)

Cara agar cuan ketika Bull and Bear
Bull and Bear -Stock Market Trends

Artikel sebelumnya, kita sudah membahas mengenai apa sebenarnya definisi dari Bull and Bear dan mengapa pemberian nama fenomena tersebut harus berdasarkan nama hewan. Nah, kali ini kita akan membahas mengenai fator apa saja yang mampu memicu terjadinya bull and bear. Selain itu, cara agar cuan ketika kedua fenomena ini datang.

Faktor pemicu terjadinya Bull and Bear

Dikutip dari MONEYSMART.id, seorang pengamat pasar modal Indra Pratama dari sekuritas Indo Premier mengungkapkan ada beberapa faktor yang memicu timbulnya Bull and Bear.

Hal yang bisa memicu Bullish atau kenaikan harga saham adalah pertumbuhan ekonomo negara yang baik. Selain itu didukung dengan adanya suku bunga yang stabil, inflasi yang rendah serta stabil, serta nilai tukar mata uang yang stabil dan valuasi perusahaan yang rendah.

Sementara itu, untuk fenomena bearish atau harga saham yang cenderung menurun ada beberapa faktor yang mempengaruhinya. Faktor-faktor itu merupakan kebalikan dari faktor-faktor pemicu bullish. Faktornya antara lain, pertumbuhan ekonomi yang lambat, inflasi yang tinggi serta bergejolak, suku bunga gak stabil, nilai tukar mata uang berfluktuasi dan valuasi perusahaan-perusahaan terlalu mahal.

Baca Juga  Tempat Membeli Emas yang Aman dan Resmi

Baca juga: Kenali October Effect, Apakah Saatnya Borong atau Jual Saham?

Cara agar cuan menghadapi Bull and Bear

Menilik dari tujuan kita berinvestasi tentunya untuk mengambil keuntungan sebanyak-banyaknya, bukan? Untuk itu berikut ini tips agar selalu cuan ketika bull and bear.

Untuk itu, waktu yang tepat untuk membeli sebuah saham adalah ketika situasi pasar sedang bearish atau turun. Tapi bukan berarti tanpa perhitungan, kamu juga harus mengecek kondisi perusahaan secara keseluruhan agar gak salah langkah.

Namun, bagi investor yang sudah terlanjur “nyangkut” di sebuah saham yang ternyata kondisinya sedang bearish, maka jangan panik dulu dan langsung menjual. Sebab, umumnya hal itu hanya akan berlangsung sementara aja dan bakal pulih kembali setelah beberapa waktu.

Dalam kondisi yang berlawanan alias bullish merupakan momen yang tepat untuk menjual saham-sahamnya sebagai bentuk profit taking. Aksi serupa boleh aja kamu lakukan untuk menambah modal, asal jangan langsung menghabiskan semua portofolio karena siapa tahu harganya bisa lebih naik dalam waktu dekat.

Baca Juga  4 Hal yang Harus Diingat Sebelum Crowdfunding Properti

Nah, itu dia beberapa tips atau cara agar cuan yang bisa dipraktekkan. Selamat mencoba traders dan investor!

Baca juga: Investor Menanti Saham Unilever Yang Akan Stock Split

Tinggalkan Balasan

keunggulan investasi berlian

Cara Membedakan Berlian Asli & Palsu

waktu terbaik beli emas

Awas! Begini Modus Penipuan Investasi Emas Melalui Money Games!